JEPARA – Kebakaran hebat melanda rumah warga di Desa Suwawal Timur RT 7/RW 4, Kecamatan Pakis Aji, Senin (21/4) siang.
Rumah milik Nur Asiah dilalap si jago merah, diduga akibat dua keponakannya yang bermain korek api. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Api pertama kali muncul ketika kedua keponakan Nur Asiah, yang masih duduk di bangku kelas I SD, bermain korek api di ruang depan.
Api menyambar gorden, lalu merembet ke kasur springbed hingga membesar dan membakar seluruh bagian rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Desa Suwawal Timur, Aziz Nurrohman, mengatakan bahwa saat kejadian, Nur Asiah sedang tidur di kamar, sementara anaknya, Irul, tengah bermain ponsel.
"Yang tidak terkontrol ini keponakannya, sekitar kelas I SD. Diduga mereka yang bermain korek api," ungkapnya, kemarin.
Irul mencium bau asap dari ruang tamu dan saat diperiksa, api sudah membakar gorden dan kasur. Ia pun langsung membangunkan ibunya dan meminta pertolongan warga.
“Kejadian sekitar pukul 11.30. Tapi api sudah telanjur membesar dan alat pemadam seadanya tak mampu mengatasi,” lanjut Aziz.
Pihak desa berencana melakukan kerja bakti dan berkoordinasi dengan PMI, Baznas, serta Dinsospermades untuk mengajukan bantuan bagi korban.
Salah satu warga RT 5/RW 4, Ali, sempat mencoba memadamkan api menggunakan APAR dari gudang tempat kerjanya.
“Tidak berhasil, karena APAR kecil dan api sudah besar. Dalam waktu setengah jam, rumah langsung ludes,” tuturnya.
Warga juga sempat berusaha memadamkan api menggunakan air dari selang sebelum pemadam kebakaran tiba.
Kasi Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Surana, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan pukul 11.40 dan langsung mengirim dua armada dari Mako 113.
Tim tiba di lokasi pukul 11.59 dan proses pemadaman selesai sekitar pukul 13.20.
“Luas bangunan yang terbakar sekitar 8x12 meter persegi. Kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta,” jelasnya.
Surana mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin memeriksa potensi bahaya kebakaran, seperti kabel mengelupas atau korsleting listrik, serta selalu mengawasi anak-anak, terutama yang masih kecil.
Editor : Mahendra Aditya