JEPARA, Radar Kudus – Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara, Jumat (19/4).
Dalam rangkaian kunjungannya, Giring menyambangi kompleks Pendapa Kabupaten Jepara, lokasi yang menyimpan berbagai peninggalan RA Kartini, pahlawan emansipasi perempuan asal kota ukir tersebut.
Didampingi oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, Giring menyusuri setiap sudut peninggalan sejarah yang berada di Pendapa RA Kartini.
Ia mengunjungi kamar pingitan, serambi tempat RA Kartini mengajar, kamar ibu kandung Kartini, hingga workshop tempat Kartini menjual karya-karyanya.
Beberapa kali Giring tampak takjub melihat kondisi bangunan dan barang peninggalan yang masih terjaga.
Ia menyambut baik rencana Pemerintah Kabupaten Jepara yang akan mengalihfungsikan kompleks pendapa menjadi museum.
“Kami sangat mendukung gagasan Pak Bupati untuk menjadikan kawasan Pendapa Bupati sebagai museum. Ini bentuk nyata komitmen melestarikan nilai-nilai perjuangan RA Kartini,” ujar Giring.
Menurutnya, kehadiran Museum RA Kartini akan menjadi etalase penting dalam mengenalkan Jepara sebagai kota budaya dan sejarah.
Terlebih, Kartini bukan hanya tokoh lokal, tetapi sosok nasional yang telah menginspirasi perjuangan kesetaraan dan pendidikan perempuan di Indonesia.
“RA Kartini mengajarkan kita tentang pentingnya pendidikan, kreativitas, hingga ekonomi kerakyatan. Dari Jepara, beliau sudah menembus pasar internasional dengan menjual batik dan karya seni ke Belanda. Ini bukti bahwa sejak dulu bangsa kita sudah luar biasa,” tegas Giring.
Dukung Jepara sebagai Pusat Kerajinan dan Warisan Budaya
Dalam kesempatan tersebut, Giring juga mengungkapkan apresiasinya terhadap potensi lokal Jepara yang hingga kini masih menjadi pusat kerajinan ukir dan seni.
Ia menyempatkan diri mengunjungi Sentra Ukir dan Patung Mulyoharjo, serta Sentra Tenun Troso di Kecamatan Pecangaan.
Menurut Giring, Jepara memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya sebagai pusat industri kreatif, tetapi juga sebagai destinasi edukasi budaya dan sejarah.
Ia juga sempat berdiskusi dengan Bupati Witiarso terkait upaya mempromosikan pahlawan perempuan lainnya dari Jepara, yakni Ratu Kalinyamat, yang dikenal sebagai pemimpin tangguh dan pejuang maritim Nusantara.
“Kami ingin memperkuat narasi sejarah Jepara bukan hanya lewat Kartini, tetapi juga sosok Ratu Kalinyamat yang luar biasa. Ini bisa jadi salah satu cara mengenalkan kebesaran Jepara kepada publik nasional dan dunia,” katanya.
Bupati Jepara: Jepara adalah Tanah Para Tokoh Besar
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan bahwa daerahnya memiliki kekayaan sejarah yang sangat kuat.
Ia menegaskan bahwa Jepara adalah tanah kelahiran dua tokoh besar bangsa: RA Kartini dan Ratu Kalinyamat.
“RA Kartini memelopori ekonomi kerakyatan melalui kerajinan dan pendidikan, sedangkan Ratu Kalinyamat membangun Jepara sebagai pusat pertukangan dan ukir. Kami ingin warisan ini terus hidup dan dikenal luas,” ujar Witiarso.
Ia berharap, kehadiran Wamen Kebudayaan di Jepara dapat membuka lebih banyak jalan untuk mempromosikan Jepara di tingkat nasional maupun internasional sebagai pusat warisan budaya dan kota kreatif.
Editor : Mahendra Aditya