JEPARA, Radar Kudus – Jalan rusak di Desa Dongos, Kabupaten Jepara, akhirnya mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jepara.
Penanganan awal telah dimulai, dan pengaspalan dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Jepara, Agus Priyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi dan langsung mengambil langkah awal penanganan.
Baca Juga: Perajin Relief di Jepara Keluhkan Regenerasi, Akses Permodalan, hingga Pemasaran
"Sudah mulai ditangani, tim kami sudah turun melakukan LPA," ujarnya singkat, Selasa (15/4).
LPA atau Lapis Pondasi Agregat merupakan tahap awal berupa penghamparan batu kricak sebagai dasar sebelum proses pengaspalan.
Material agregat kasar telah didistribusikan dan dipadatkan menggunakan mini bulldozer.
"Senin (21/4) nanti direncanakan mulai dilanjutkan ke tahap Lapen (lapis penetrasi macadam) atau pengaspalan," lanjut Agus.
Ia menambahkan, setelah pengaspalan selesai, pihaknya akan melakukan pemeliharaan rutin seperti yang dilakukan di wilayah lainnya.
"Ya, seperti pemeliharaan rutin area jalan di daerah lain," imbuhnya.
Baca Juga: Ciptakan Ruang Publik Nyaman, Pemkab Bawa Kabar Baik untuk PKL di Jepara, Ini Syaratnya!
Sementara itu, Kepala Desa Dongos, Abdul Khamid, mengungkapkan bahwa pohon pisang yang tumbuh di tengah jalan rusak sengaja ditanam oleh warga sebagai bentuk protes.
"Tidak boleh diambil sebelum jalan diperbaiki," katanya saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, mobil-mobil kecil tidak bisa melintas karena jarak antara permukaan jalan dan bagian bawah kendaraan terlalu rendah akibat kerusakan yang cukup parah.
Pengajuan perbaikan telah dilakukan berkali-kali, termasuk dalam Musrenbangdes terakhir.
"Pada Selasa lalu sudah ada pengerjaan awal dari Bina Marga PUPR Jepara, semoga segera tertangani," ucapnya.
Jalan Kabupaten yang menghubungkan ruas Bugel–Pecangaan atau Dongos–Sukosono itu selama ini menjadi keluhan warga.
Baca Juga: Bahayakan Pengendara, Jalan Rusak di Dongos Jepara Ditanami Pohon Pisang, Begini Penampakannya
Kondisinya membahayakan, terutama pada malam hari yang minim penerangan, dan saat hujan deras yang membuat lubang jalan tertutup genangan air.
Sebagai bentuk kritik, warga memasang spanduk bertuliskan "Anda Masuk di Kawasan Jurang Sewu", "Dongos Punya", dan "Sing Sabar Bos".
Coretan itu terpasang di bekas MMT di sepanjang jalan rusak.
Pantauan di lapangan menunjukkan, jalan rusak membentang sekitar 500 meter, dengan kedalaman lubang mencapai 15 sentimeter di beberapa titik.
Kerusakan ini diduga akibat curah hujan tinggi dan beban berat kendaraan yang melintas. (fik)
Editor : Mahendra Aditya