Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tarif Resiprokal AS Ditunda, Pengusaha Jepara Masih Bersikap Wait and See

Moh. Nur Syahri Muharrom • Senin, 14 April 2025 | 00:14 WIB

WAIT AND SEE: Beberapa pengunjung mengamati produk furniture yang terpajang di salah satu showroom di Kota Jepara.
WAIT AND SEE: Beberapa pengunjung mengamati produk furniture yang terpajang di salah satu showroom di Kota Jepara.

JEPARA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan kebijakan kenaikan tarif resiprokal selama 90 hari untuk puluhan negara, termasuk Indonesia.

Keputusan ini disambut baik oleh pelaku ekspor-impor di Jepara, terutama sektor furnitur.

Namun, para pengusaha tetap memilih bersikap wait and see, menanti kepastian kebijakan lanjutan sebelum menentukan langkah.

Baca Juga: Trend Bullish Berlanjut Ditengah Tarif Dagang dan Data Ekonomi AS?

Hal ini disampaikan Jamhari, pengusaha furnitur sekaligus pelaku ekspor di Jepara. Ia mengungkapkan bahwa penundaan ini memang melegakan, namun belum menjadi solusi jangka panjang.

“Bagaimanapun, kami lega dengan penundaan ini. Tapi ini belum solusi permanen.

Penundaan tiga bulan ini hanya membantu untuk shipment yang sedang dikirim atau sedang dalam perjalanan.

Sementara waktu pengapalan ke AS butuh sekitar dua bulan.

Jadi hanya order yang siap kirim yang terbantu,” jelas Jamhari, yang juga menjabat sebagai Steering Committee Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW).

Baca Juga: IHSG Jeblok 9 Persen Usai Libur! Saham Indonesia Terjun Bebas Gegara Tarif Trump, Rupiah Melemah Parah

Jamhari menambahkan bahwa para pembeli (buyer) dari AS pun masih bersikap hati-hati.

Order yang belum siap dikirim diminta untuk ditahan, meski jumlah pesanan juga masih terbatas karena situasi ekonomi global yang belum stabil.

“Jadi semua pelaku usaha ekspor-impor ke dan dari AS masih wait and see,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian, sejumlah pelaku usaha mulai mempertimbangkan untuk mengalihkan pasar ke negara lain.

Namun, menurut Jamhari, langkah itu tidak mudah karena regulasi ekspor-impor yang kompleks.

“Selain faktor teknis bisnis itu sendiri, ada juga faktor selera pasar, kebutuhan, harga, serta relasi bisnis,” imbuhnya.

Ia pun menilai bahwa saat ini merupakan momen yang tepat bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk membuka ruang dialog dengan dunia usaha guna menyusun strategi yang lebih teknis dan operasional.

Senada dengan itu, Antonius Suhandoyo, pengusaha furnitur Jepara yang juga mantan Ketua DPD HIMKI Jepara, berharap pemerintah dapat memanfaatkan masa penundaan ini untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah AS.

“Tujuannya untuk memastikan adanya kebijakan atau perjanjian yang bisa menguntungkan kedua belah pihak dalam aktivitas perdagangan antara Indonesia dan AS,” tandas Antonius. (rom)

Editor : Mahendra Aditya
#tarif trump ke pasar saham #sikat kloset Donald Trump #ekspor impor #donald trump #Minta bertemu Trump #trump bebaskan elektronik tarif china #trump hapus tarif ponsel china #pasar saham anjlok karena tarif trump #efek tarif trump #pengecualian tarif laptop china trump #tarif 10 persen trump ponsel laptop china #perang dagang trump berakibat resesi #mebel jepara #kebijakan perdagangan donald trump #dampak perang dagang trump #tarif trump berdampak pada film china #langkah indonesia hadapi trump 2 0