Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Libur Lebaran, Wisata Karimunjawa Catat Transaksi Capai Rp 3 Miliar dalam Sepekan

Moh. Nur Syahri Muharrom • Jumat, 11 April 2025 | 00:33 WIB

RAMAI: Wisatawan dicek sebelum memasuki kapal cepat Express Bahari yang akan membawa mereka ke Karimunjawa.
RAMAI: Wisatawan dicek sebelum memasuki kapal cepat Express Bahari yang akan membawa mereka ke Karimunjawa.

JEPARA – Destinasi wisata unggulan Kabupaten Jepara, Karimunjawa, kembali menunjukkan geliat pariwisatanya.

Memasuki momen libur Lebaran 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke kepulauan eksotis ini melonjak signifikan.

Terhitung sejak 1 hingga 7 April lalu, lebih dari 6.000 wisatawan memadati kawasan yang dikenal dengan panorama lautnya yang memukau tersebut.

Baca Juga: Jepara Luncurkan e-Ticketing Wisata di Puncak HUT ke-476, Dorong Digitalisasi dan PAD

Camat Karimunjawa, Mu’adz, mengungkapkan bahwa rata-rata per hari terdapat sekitar 900 pengunjung yang datang.

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya setelah pandemi Covid-19 mulai mereda.

“Perkiraan kami selama seminggu mencapai 6 ribu orang lebih. Ini jauh lebih tinggi dari momen Lebaran sebelumnya,” ujarnya.

Peningkatan ini tak lepas dari durasi libur Lebaran tahun ini yang lebih panjang, ditambah dengan libur sekolah dan cuti bersama yang beriringan.

Hal tersebut memberi ruang bagi banyak orang untuk memanfaatkan waktu libur bersama keluarga dengan berwisata ke destinasi yang lebih jauh seperti Karimunjawa.

Efek domino dari meningkatnya jumlah pengunjung juga terasa langsung terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga: Kasasi Mahkamah Agung Tak Kunjung Turun, Empat Terpidana Petambak di Karimunjawa Berpotensi Bebas

Mu’adz menyebutkan, total transaksi ekonomi selama periode libur Lebaran diperkirakan menembus angka Rp 3 miliar.

Dana tersebut berputar di berbagai sektor, mulai dari biro perjalanan wisata, penginapan, kuliner lokal, hingga toko oleh-oleh.

“Dampaknya sangat positif. Perputaran uang ini tentu berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Karimunjawa,” jelasnya.

Meski begitu, Mu’adz menegaskan bahwa lonjakan wisatawan juga menimbulkan tantangan baru, salah satunya adalah persoalan sampah.

Ia menilai, volume sampah meningkat drastis dan menjadi perhatian serius mengingat luas wilayah dan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Karimunjawa yang terbatas.

“Karimunjawa ini wilayah kecil dengan daya tampung sampah yang terbatas. Jika wisatawan dan biro wisata tidak ikut menjaga kebersihan, bisa berdampak negatif pada lingkungan dan kenyamanan berwisata,” tegasnya.

Ia pun mengimbau agar semua pihak, baik pengelola wisata maupun pengunjung, lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga semua pihak yang menikmati dan menggantungkan hidup dari sektor pariwisata di Karimunjawa.

Dengan segala potensi dan tantangan yang ada, momentum libur Lebaran tahun ini menjadi cerminan penting bagi pengembangan pariwisata Karimunjawa ke depan—lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan tetap memberi manfaat ekonomi maksimal bagi warga setempat. (rom)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #libur lebaran #karimunjawa #wisata karimunjawa #kunjungan wisatawan #wisatawan