Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Takbir Keliling Bernuansa Tradisional, Pemuda Desa Bringin, Jepara Lestarikan Budaya Leluhur

Moh. Nur Syahri Muharrom • Selasa, 1 April 2025 | 14:13 WIB
JADUL: Para pemuda Desa Bringin, Kecamatan Batealit menggelar kirab sumpet among riyoyo dalam menyambut Idulfitri pada Minggu (30/3) malam.
JADUL: Para pemuda Desa Bringin, Kecamatan Batealit menggelar kirab sumpet among riyoyo dalam menyambut Idulfitri pada Minggu (30/3) malam.

JEPARA – Takbir keliling di Dukuh Cangkring, Desa Bringin, Kecamatan Batealit, tahun ini tampil berbeda.

Para pemuda karang taruna setempat menghadirkan tradisi yang hampir punah dengan mengemas malam takbiran dalam balutan adat dan budaya lokal.

Mereka menyebutnya sumpet among riyoyo, sebuah prosesi khas yang mengandung nilai penghormatan terhadap leluhur serta semangat kebersamaan.

Tradisi ini merupakan bagian dari Festival Kenduri Among Riyoyo, sebuah perayaan yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Bringin dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Acara ini terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari kirab ubo rampe, sumpet among riyoyo, taboh eder riyoyo, hingga puncaknya, takbir keliling.

Menghidupkan Tradisi yang Hampir Punah

Faisal Aji Saputra, Ketua Karang Taruna Desa Bringin, menjelaskan bahwa tradisi ini sempat redup dan hampir tidak lagi dilaksanakan oleh generasi sekarang.

Namun, para pemuda di desanya ingin menghidupkan kembali budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.

“Kami berupaya merevitalisasi tradisi yang dulu pernah ada di Bringin, tapi kini jarang dilakukan.

Ini bagian dari tanggung jawab generasi muda untuk menjaga warisan budaya,” ujar Faisal saat ditemui di sela-sela persiapan acara, Minggu (30/3).

Menurut Faisal, takbir dalam prosesi sumpet among riyoyo tidak hanya sekadar gema kebesaran Allah, tetapi juga memiliki makna mendalam, yakni menghormati para leluhur yang telah tiada.

Oleh karena itu, peserta kirab mengenakan pakaian tradisional Jawa, membawa obor, dan menabuh alat musik tradisional sepanjang perjalanan.

Antusiasme Warga Meriahkan Kirab Budaya

Kirab budaya ini diikuti sekitar 60 orang yang secara khusus membawakan prosesi adat. Selain itu, ratusan warga lainnya turut serta dalam takbir keliling yang menjadi puncak perayaan.

Cahaya obor dan lampu petromak yang dibawa peserta menambah kesan sakral dalam perjalanan kirab yang menyusuri jalan-jalan desa.

“Persiapan acara ini kami lakukan sejak sebulan lalu agar semua berjalan lancar dan tidak ada miskomunikasi. Alhamdulillah, antusiasme warga sangat tinggi.

Banyak yang ikut serta, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua,” tambah Faisal.

Selain menjadi ajang perayaan, acara ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang budaya leluhur.

Melalui gelaran ini, mereka bisa memahami nilai-nilai lokal yang kaya makna dan tetap relevan dalam kehidupan modern.

JADUL: Para pemuda Desa Bringin, Kecamatan Batealit menggelar kirab sumpet among riyoyo dalam menyambut Idulfitri pada Minggu (30/3) malam.
JADUL: Para pemuda Desa Bringin, Kecamatan Batealit menggelar kirab sumpet among riyoyo dalam menyambut Idulfitri pada Minggu (30/3) malam.

Komitmen Menjaga Warisan Budaya

Keberhasilan penyelenggaraan sumpet among riyoyo tahun ini memberikan harapan bahwa tradisi ini bisa terus hidup di tengah masyarakat.

Faisal dan para pemuda Karang Taruna bertekad untuk menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan setiap malam Lebaran.

“Ini bukan yang pertama dan terakhir. Kami ingin ini menjadi tradisi tahunan yang akan terus kami laksanakan setiap malam Lebaran,” tegasnya.

Dengan semangat pelestarian budaya yang tinggi, takbir keliling di Desa Bringin tak hanya menjadi ajang perayaan religi, tetapi juga simbol perjuangan dalam menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah arus modernisasi. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#batealit #jepara #takbiran #takbir keliling #Festival Kenduri Among Riyoyo #sumpet among riyoyo