JEPARA - Gelaran Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2025 yang berlangsung selama dua pekan sejak 9 Maret lalu resmi menutup tirai dengan catatan transaksi mencapai Rp1,671 miliar.
Pameran mebel internasional yang digelar untuk ketiga kalinya di Kabupaten Jepara ini berhasil mempertahankan reputasinya sebagai ajang bisnis furnitur terkemuka di tanah air.
Dua Kategori Pameran Hasilkan Transaksi Menggiurkan
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara, transaksi tersebut terbagi dalam dua kategori.
Pertama, transaksi on the spot di Meeting Point Gedung Wanita Jepara yang mencapai Rp736 juta selama periode 9-16 Maret.
Kedua, transaksi on the spot di in-house peserta pameran yang menyumbang Rp935 juta.
"Total pengunjung yang hadir mencapai 346 orang di Meeting Point dan 723 pengunjung di in-house, termasuk 88 pengunjung asing," jelas Anik Rosyidah, Kabid Perdagangan Disperindag Jepara.
Tantangan Ekonomi Global dan Optimisme Ke Depan
Meski menunjukkan performa yang solid, panitia mengakui adanya penurunan jumlah peserta dan transaksi dibanding tahun sebelumnya.
Jamhari, Ketua Steering Committee JIFBW, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi global yang belum pulih sepenuhnya menjadi faktor utama.
"Namun dari sisi kualitas penyelenggaraan, kami melihat kemajuan signifikan dalam hal dukungan dan jejaring yang terbangun," ujar Jamhari.
Ia menekankan bahwa konsistensi penyelenggaraan JIFBW setiap tahun akan memperkuat posisi Jepara sebagai pusat mebel bertaraf internasional.
Dampak Jangka Panjang bagi Industri Mebel Jepara
Kehadiran pembeli langsung dari dalam dan luar negeri dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan industri mebel Jepara.
Interaksi langsung antara produsen dan pembeli memungkinkan pelaku usaha menangkap tren pasar terkini dan meningkatkan daya saing produk.
"Pameran ini melatih pelaku industri untuk bersaing secara sehat, baik di tingkat regional maupun global," tambah Jamhari.
Dengan demikian, JIFBW tidak sekadar ajang transaksi jangka pendek, tetapi juga investasi untuk membangun ekosistem industri mebel yang lebih kompetitif di masa depan.
Jepara sebagai Destinasi Mebel Dunia
Keberhasilan JIFBW 2025 semakin mengukuhkan Jepara sebagai kota mebel yang diperhitungkan di panggung internasional.
Konsentrasi industri mebel yang mudah diakses oleh pembeli global menjadi nilai tambah tersendiri.
Pemerintah daerah dan pelaku industri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan, menjadikan Jepara sebagai destinasi utama bagi para pecinta furnitur berkualitas tinggi.
Dengan semangat ini, JIFBW diharapkan dapat terus berkembang menjadi event berskala lebih besar di tahun-tahun mendatang.(*)