JEPARA - Fenomena luar biasa terjadi di pelabuhan Jepara menjelang libur Lebaran tahun ini.
Tiket kapal cepat Express Bahari rute Jepara-Karimunjawa untuk periode 1-5 April telah habis terjual meski masih sepekan lagi memasuki masa liburan.
Padahal operator telah menambah frekuensi perjalanan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur panjang Lebaran.
Tambah Trip Tetap Tak Mampu Penuhi Permintaan
Express Bahari sebagai salah satu operator utama penyeberangan ke Karimunjawa telah menyiapkan dua kapal dengan kapasitas total 740 penumpang per hari selama periode puncak 1-5 April.
Namun menurut Jefri Putra Rukmana, Kepala Cabang Express Bahari Jepara, seluruh kursi telah terjual habis jauh sebelum hari H.
"Kami sudah menambah trip selama lima hari berturut-turut pasca Lebaran dengan dua kapal beroperasi nonstop, tapi tetap tidak mencukupi," ujarnya.
Kendala Operasional Batasi Penambahan Jadwal
Meski permintaan sangat tinggi, pihak Express Bahari mengaku memiliki keterbatasan teknis untuk menambah jadwal lebih banyak lagi.
"Kami memiliki batasan operasional karena tidak bisa beroperasi di sore hari.
Jadwal yang ada sekarang sudah diatur sedemikian rupa untuk menghindari tabrakan jadwal," jelas Jefri.
Hal ini membuat mereka terpaksa menutup pemesanan untuk tanggal 1-5 April karena benar-benar sudah tidak ada kursi kosong lagi.
Fokus Beralih ke Arus Balik
Mulai 6-7 April, fokus operasional akan beralih melayani arus balik dari Karimunjawa ke Jepara.
Periode ini diprediksi akan dipadati oleh dua kelompok penumpang: wisatawan yang kembali dari liburan dan warga Karimunjawa yang perlu kembali ke Jawa untuk aktivitas kerja atau sekolah.
"Kami sedang mempertimbangkan untuk menambah jadwal atau mengganti kapal yang lebih besar untuk memenuhi permintaan arus balik ini," tambah Jefri.
Karimunjawa Jadi Primadona Liburan
Ludesnya tiket kapal cepat ini menunjukkan betapa Karimunjawa tetap menjadi destinasi primadona wisatawan, terutama di momen libur panjang seperti Lebaran.
Fenomena ini sebenarnya sudah menjadi rutinitas tahunan, namun selalu memunculkan tantangan tersendiri bagi operator transportasi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Bagi yang telat memesan tiket, mungkin perlu mempertimbangkan alternatif transportasi lain atau mengubah jadwal liburan mereka.(*)