Hal tersebut diketahui pertama kali oleh Burhan, 48, warga yang tengah mencari kroto semut rangrang.
Awalnya Burhan sempat tak menyangka, namun setelah dirinya memberitahu warga lain baru kemudian dapat dipastikan temuannya di sebuah kebun tersebut kerangka manusia asli.
Baca Juga: Waduh, Polres Jepara Amankan Pemuda Jepara Pesta Miras saat Ramadan, Ternyata Ini Sanskinya!
Kapolsek Mayong AKP Yusron membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menyampaikan saksi kunci, Burhan menemukan kerangka sekitar pukul 16.30.
Tulang-tulang utuh manusia tersebut ditemukan di bawah pepohonan di sebuah kebun tak jauh dari permukiman Desa Buaran.
Lebih lanjut dikatakan bahwa lokasi penemuan tersebut jarang dilalui warga, kecuali yang hendak berkebun. Di malam hari kondisinya pun gelap tanpa pencahayaan.
"Ditemukan pak Burhan di tegalan (kebun, Red) dekat perumahan. Waktu itu sedang mencari kroto, kaget, antara percaya dan tidak percaya. Tapi saat kembali dengan warga lain memang betul kerangka manusia," ungkapnya Minggu (23/3).
Setelah itu kedua saksi lantas melaporkan kepada pemerintah desa setempat. Kemudian diteruskan ke Polsek Mayong.
"Saat kami mendapatkan informasi ditemukan kerangka tersebut kami langsung mengecek lokasi. Saat ditemukan sudah tinggal tulang, tanpa kulit yang tersisa," jelasnya.
Disebutkan, kerangka tersebut disertai dengan baju berwarna hijau dan jarik batik cokelat. Kabar tersebut turut sampai kepada warga Buaran lainnya, Poniseh, 49.
Poniseh curiga karena identitas yang ditemukan sama seperti ciri-ciri yang dikenakan sang ibu.
Diketahui baru-baru ini, ibunya Poniseh yaitu Sutarmi, 75, telah dikabarkan hilang sekitar sebulan yang lalu.
"Ya waktu itu ada bu Poniseh juga, dia cerita kalau ibunya (Sutarmi, Red) sudah tidak pulang selama sebulanan," jelasnya.
Keluarga tidak begitu khawatir lantaran yang bersangkutan yang sudah berumur 75 tahun sering jalan-jalan sendiri. Sekalipun diantar pulang juga akan keluar rumah lagi, karena sudah pikun.
Setelah diperiksa, hasilnya memang benar dapat dipastikan kerangka manusia tersebut ialah Sutarmi, 75. "Malam harinya sudah dibawa pulang keluarga untuk dimakamkan secara layak," katanya.
AKP Yusron menyebutkan pada kasus yang sebelumnya memang pihak keluarga pernah melaporkan kehilangan yang bersangkutan.
"Ya pada waktu itu sudah ditemukan, kemudian pulang dengan diantar bersama pemerintah desa. Karena sudah pikun, tidak mau dijemput keluarga. Namun saat bu Sutarmi tidak pulang ke rumah lagi, tidak dilaporkan kembali," tuturnya. (fik/zen)
Editor : Noor Syafaatul Udhma