Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kembali Digelar, Jepara International Furniture Buyer Weeks 2025 Targetkan Transaksi 4,3 Juta USD

Fikri Thoharudin • Senin, 10 Maret 2025 | 22:43 WIB

 

BERGELIAT: Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar (berpeci) meninjau Lokasi pelaksanaan JIFBW di Gedung Wanita kemarin.
BERGELIAT: Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar (berpeci) meninjau Lokasi pelaksanaan JIFBW di Gedung Wanita kemarin.

JEPARA - Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2025 kembali digelar.

Event bergengsi yang diadakan sejak (12-23/3) mendatang tersebut, ditargetkan dapat membuat transaksi hingga 4,3 juta USD.

Ketua Panitia Pelaksana JIFBW 2025 Muhammad Alhaq menyampaikan, kali ini JIFBW terselenggara di Gedung Wanita.

Acara tersebut telah resmi dibuka kemarin oleh Wakil Bupati Je para M. Ibnu Hajar dan didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Selain tersentral di Gedung Wa nita, pada Rabu (12/3) mendatang juga akan di adakan Buyer's Night and JIF Carving Contest (JIFCC) Award, yang akan diberikan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas mereka dalam melestarikan seni ukir khas Jepara.

"Penyelenggaraan kali ini telah mencapai tahap yang lebih baik. Acara pendukung JIFCC sebagai penciptaan inovasi baru untuk mempromosikan diri Jepara sebagai The World Carving Center," ungkapnya kemarin.

Dia menjelaskan, soal target transaksj, jika tahun lalu target transaksi mencapai 2,3 juta USD, tahun ini diharapkan dapat meningkat menjadi 4,3 juta USD.

"Kami berharap pembeli baik dari domestik maupun luar negeri, dengan proyeksi kunjungan lebih dari 2.000 buyer," ujarnya.

Pihaknya juga telah event ini terus berkembang, lantaran promosi yang kian masif.

Bahkan oleh Kementerian Luar Negeri yang telah membantu promosi ke Asia Pasifik dan Afrika.

"Itu dijadikan sebagai pasar alternatif lan taran Amerika dan Eropa dirasa sedang lesu, karena adanya konflik," terangnga.

Untuk peserta, di Gedung Wa nita sebagai meeting po int sendiri terdapat setidaknya 37 peserta.

Selain itu, juga ada di pabrik maupun showroom masing-masing perajin yang jumlahnya hing ga 67 peserta.

"Mengapa JIFBW? Karena tidak ada di kota/daerah lain. Buyer selain berkunjung ke meeting point dan venue mereka juga dapat meninjau tempat produksi dan pabrik masing-masing. Melihat bagai mana proses produksi, berapa karyawan dan bahan yang dipakai," katanya.

Pada saat yang sama juga dilakukan upaya peningkatan daya tarik bagi para pemuda untuk bersedia dan semangat menciptakan karya.

Pihaknya juga merespon baik bentuk dukungan dari pemerintah daerah yang kedepan juga akan memberikan insentif bagi para pengukir.

"Sementara itu, JIFCC diharapkan dapat mengangkat seniman ukir Jepara supaya punya media untuk bisa pamer karya. Karena karya luar biasa mereka sangat sayang kalau hanya disimpan di tempat produksi dan show room masing-masing," ujarnya.

Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar yang kemarin meresmikan event ini menuturkan, event tersebut dapat mengembalikan kejayaan ukir di Kabupaten Jepara.

"Ini bukan sekadar pameran, tapi juga simbol kebangkitan ukir Jepara di kancah global. Jika sekarang target 2.000 buyer, kedepan bisa ditingkatkan menjadi 5.000 buyer," harapnya.

Event yang ada juga dapat digunakan untuk memperkuat daya saing, sehingga patisipasi industri ukir lebih tersorot di kancah global.

"Selain memberi dampak terhadap para pengusaha, diharapkan event ini juga berimbas bagi perekonomian rakyat kacil. Selain itu, juga dapat dipandang tidak hanya transaksi bisnis, tapi juga branding Jepara sebagai pusat ukir dunia," ucapnya.

Pihaknya juga tengah mematangkan mengenai insentif bagi pelaku seni ukir muda di Kabupaten Jepara.

Dia berharap, proses pelestarian tersebut juga masif dilakukan di satuan pendidikan.

Pada saat yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jepara Andang Wahyu Triyanto menyampaikan, disamping pelaksanaan JIFBW, momen tersebut juga dapat dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan manajemen perusahaan, utamanya keuangan, inovasi, dan kreativitas.

"JIFBW merupakan satu stimulan yang diprakarsai oleh teman-teman pelaku usaha untuk bagaimana betul-betul membangkitkan industri mebel dan ukir yang ada di Jepara," ujarnya.

Harapannya, Jepara dengan adanya pameran-pameran tersebut, dapat lebih solid untuk berkumpul, berkoordinasi, dan menelurkan ide-ide.

"Meskipun dulu (Jepara) jadi barometer ketika bicara inovasi, sekarang dibandingkan dengan negara lain akan selesai. Hal-hal ini perlu jadi konsentrasi dari stakeholder supaya industri mebel dan ukir ini bangkit. Bisa dibenahi manajemen, produksi, ekspor, dan keuangan. Termasuk mengenai desain produk yang berdaya saing," jelas nya.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan selain produk yang dihasilkan adalah sumber daya manusia yang terampil dan kompeten.

"Secara SDA alam bisa diusahakan, tapi siapa yang mengolah dari sisi produksi, tenaga kerja yang punya skill. Masih harus ditingkatkan, kami punya Unisnu (Universitas Islam Nahdlatul Ula ma) yang dapat digandeng memecahkan persoalan-persoalan yang ada," imbuhnya. (fik/lin)

Editor : Ali Mustofa
#Ibnu Hajar #jepara #JIFBW #pelaku usaha #kadin #seni ukir