Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alhamdulillah… UKM Kerajinan di Kabupaten Jepara Dapat Dana Cukai Rp21 Miliar

Fikri Thoharudin • Kamis, 6 Maret 2025 | 22:24 WIB
BERDAYAKAN: Karyawan pabrik rokok diberi pelatihan melinting baru-baru ini.
BERDAYAKAN: Karyawan pabrik rokok diberi pelatihan melinting baru-baru ini.

JEPARA - Para pemilik usaha ataupun pelaku di sentra-sentra kerajinan turut kecipratan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Tahun ini dana tersebut naik signifikan, dari yang mulanya Rp 12 miliar menjadi Rp 21 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza melalui Kepala Bidang Perindustrian, Dhaula Patta Raya menyampaikan pembinaan untuk sentra-sentra kerajinan akan dilakukan usai Lebaran.

Dengan fokus untuk meningkatkan kualitas produk agar memiliki daya saing.

"April akhir, sasarannya memang ditekankan ke sentra. Itu paguyuban mintanya seperti apa, mungkin terkait pemasaran online, desain produk ataupun apa nanti menyesuaikan. Berdasarkan permintaan dan asesmen," ungkapnya Rabu (5/3).

Kendati demikian, pembinaan juga disasarkan di daerah yang ditumbuhi industri rokok. Seperti di Kecamatan Mayong terdapat sentra kerajinan gerabah.

Di Telukwetan ada kerajinan rotan, Furniture di Mulyoharjo, monel ataupun kerupuk di Pengkol. Begitupun di Pendosawalan yang terdapat berbagai konveksi.

"Ya memang sekarang sudah tidak hanya untuk pembinaan industri rokok, karena Jepara sendiri di samping menjadi daerah penghasil cukai namun juga tembakau," jelasnya.

Saat ini di Jepara sendiri sudah terdapat setidaknya 64 industri rokok, baik sigaret kretek mesin (SKM) ataupun sigaret kretek tangan (SKT).

"Dari sektor ini menyumbang sekitar 5000 tenaga kerja, baik linting, packing maupun blending. Nanti di tahun 2025 ini bisa bertambah lagi, terutama rokok SKT," terangnya.

Perizinan yang dinilai kian mudah, diharapkan semakin tumbuh industri-industri baru.

Sehingga dapat berdampak multiplier effect, seperti meningkatnya kesejahteraan warga setempat.

"Di kami sendiri (dari DBHCHT, Red) bentuknya pembinaan. Pelatihan yang disasarkan untuk lebih dapat meningkatkan keterampilan hingga kesejahteraan," ucapnya.

Pada sisi yang lain, perluasan manfaat yang ada juga diharapkan dapat melestarikan kerajinan daerah.

"Seperti rotan, supaya ada alih generasi. Sehingga di saat munculnya industri besar seperti, garmen, sepatu, namun kerajinan yang telah bergeliat di Jepara tetap dapat eksis," katanya.

Saat ini proses pembinaan menunggu realisasi. Kebutuhan-kebutuhan para pelaku industri sudah dikantongi.

"Semua sudah diajukan kepada pusat. Di bidang kami ini mengenai kesejahteraan masyarakat (kesmas). Tinggal realisasi," pungkasnya. (fik)

 

Editor : Ali Mustofa
#jepara #pemasaran online #kualitas produk #DBHCHT #industri rokok #kerajinan