Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Baik, Kabupaten Jepara Berpotensi Tambah Rintisan Desa Wisata Baru, Begini Penjelasan Dinas

Moh. Nur Syahri Muharrom • Senin, 3 Maret 2025 | 22:31 WIB

 

JINAK: Petugas memberi makan rusa yang jadi salah satu koleksi objek wisata Astana Hinggil di Desa Somosari, Kecamatan Batealit.
JINAK: Petugas memberi makan rusa yang jadi salah satu koleksi objek wisata Astana Hinggil di Desa Somosari, Kecamatan Batealit.

 

JEPARA — Jumlah desa wisata di Kabupaten Jepara tahun ini berpotensi bertambah.

Pasalnya, terdapat 1 desa yang telah mengajukan agar statusnya bisa ditetapkan sebagai desa wisata. Yaitu Desa Somosari, Kecamatan Batealit.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara telah melakukan monitoring serta penilaian terkait kelengkapan persyaratannya.

Tinggal menunggu penetapan yang rencananya digelar segera. Itu disampaikan Kepala Disparbud Jepara Moh. Eko Udyyono.

”Untuk tahun ini, desa yang sudah mengajukan itu Desa So mosari. Pekan kemarin, kami juga sudah cek ke Somosari ba reng-bareng dengan tim,” ungkapnya.

Atas pengajuan yang dilakukan oleh Desa Somosari itu, pihaknya pun telah mengundang para praktisi hingga akedemisi saat mengecek ke Desa Somosari.

”Kami sudah melakukan penge cekan, kemudian penataan, pembinaan,” imbuh Eko.

Bila seluruh tahapannya rampung, pihaknya akan segera melaporkannya ke Bupati Jepara agar bisa ditetapkan melalui SK Bupati.

Meski begitu, menurut Eko, nantinya status desa wisata yang diperoleh Somosari masih di tingkat rintisan. Diketahui, saat ini di Jepara terdapat 24 desa wisata.

Dari jumlah tersebut, baru Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji yang berstatus desa wisata berkembang. 23 desa lainnya masih berstatus desa wisata rintisan.

Eko menegaskan, pihaknya tengah mengupayakan agar desa wisata rintisan yang tersisa itu secara bertahap dinaik kan statusnya menjadi desa wisata berkembang.

Saat ini, yang jadi prioritas adalah Desa Wisata Telukawur, Kecamatan Tahunan.

”Untuk desa wisata berkembang ini jauh lebih kompleks dibanding desa wisata rintisan. Dari segi paket wisata, hingga pelaku,” tandas Eko. (rom/war)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #disparbud #desa wisata