Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mahasiswa KKN UNISNU Agkatan XVIII Desa Kalipucang Wetan Dorong Digitalisasi UMKM Kerupuk Lala 73 Kini Siap Merambah TikTok dan Shopee

Redaksi • Selasa, 25 Februari 2025 | 16:58 WIB
Photo
Photo

JEPARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang ditempatkan di Desa Kalipucang Wetan berinisiatif membantu pemasaran produk lokal dengan memanfaatkan platform digital.

Sebelumnya, kerupuk Lala 73 belum memiliki akun di marketplace mana pun. Oleh karena itu, mahasiswa KKN berupaya memperkenalkan strategi pemasaran online agar produk ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada pemilik usaha dan pekerja lokal mengenai cara membuat konten promosi di TikTok, pengelolaan akun marketplace di Shopee, serta strategi optimasi penjualan menggunakan fitur digital seperti live streaming dan diskon promosi.

Mereka juga membantu dalam pengemasan produk yang lebih menarik serta perancangan strategi branding agar kerupuk Lala 73 semakin dikenal luas.

Bapak Maulani, pemilik usaha kerupuk Lala 7 yang beralamat di Desa Kalipucang Wetan RT 04 RW 02, kecamatan Welahan, kabupaten Jepara, mengungkapkan apresiasinya atas bantuan dari mahasiswa KKN UNISNU.

“Sebelumnya, kami hanya mengandalkan penjualan langsung di toko dan belum pernah mencoba pemasaran digital. Dengan adanya pelatihan ini, saya merasa lebih percaya diri untuk mulai menjual produk kami secara online,” tuturnya.

Program ini dilaksanakan di rumah bapak Maulani selaku pemilik usaha Kerupuk Lala 73 pada 5 Februari 2025 di Desa Kalipucang Wetan selama periode KKN berlangsung.

Mahasiswa KKN secara bertahap mengenalkan cara pembuatan akun marketplace, teknik pemasaran digital, serta pendampingan hingga akun Shopee dan TikTok resmi dibuka.

Ketua tim KKN, Ryan, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

“Kami ingin membantu UMKM di desa agar lebih berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan adanya pemasaran melalui TikTok dan Shopee, kami berharap produk kerupuk Lala bisa menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai daerah,” ujarnya.

Setelah pelatihan dan pendampingan, akun marketplace untuk kerupuk Lala mitra 73 kini telah aktif di Shopee dan TikTok.

Mahasiswa KKN juga membantu mengunggah konten promosi pertama untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Harapannya, metode pemasaran ini dapat meningkatkan penjualan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Program pemasaran digital ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga usaha kerupuk Lala mitra 73 dapat terus berkembang.

Dengan inovasi pemasaran yang diterapkan oleh mahasiswa KKN UNISNU, produk lokal semakin memiliki daya saing yang tinggi di pasar digital.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan semakin banyak UMKM di Desa Kalipucang Wetan yang dapat mengikuti jejak serupa untuk memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. (*)

Editor : Ali Mustofa
#Pekerja Lokal #jepara #pemasaran produk #platform digital #pemilik usaha #kkn unisnu