Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Biasa! Pelantikan Bupati-Wabup Jepara Terima Ucapan Selamat Berupa Pohon Simbol Kemakmuran dan Perlindungan

Fikri Thoharudin • Jumat, 21 Februari 2025 | 02:13 WIB

UNIK: Bupati-Wabup Kabupaten Jepara Witiarso Utomo-M Ibnu Hajar terima ucapan selamat non karangan bunga kemarin.
UNIK: Bupati-Wabup Kabupaten Jepara Witiarso Utomo-M Ibnu Hajar terima ucapan selamat non karangan bunga kemarin.

JEPARA, Radar Kudus – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2025-2029, Witiarso Utomo dan M. Ibnu Hajar, diwarnai dengan hal unik.

Jika biasanya pejabat yang baru dilantik menerima karangan bunga sebagai tanda ucapan selamat, kali ini mereka justru mendapatkan kiriman bibit pohon dengan makna filosofis mendalam.

Kompleks Pendopo Kabupaten Jepara sejak pagi hingga sore dipenuhi dengan berbagai ucapan selamat.

Baca Juga: Persijap Jepara Berpeluang Jadi Tuan Rumah Playoff Promosi Liga 1, Siap Tantang PSPS Pekanbaru

Sepanjang jalan di sekitar alun-alun pun dipadati karangan bunga dari berbagai pihak.

Namun, di antara barisan bunga warna-warni itu, beberapa ucapan selamat datang dalam bentuk yang lebih bermakna dan berkelanjutan—bibit tanaman yang melambangkan kemakmuran dan perlindungan.

Bibit Dewandaru dan Walikukun: Simbol Kepemimpinan dan Perlindungan

Salah satu pemberian unik datang dari Paguyuban Abdi Dalem Keraton Surakarta Pakasa Nguntara Praja dan Yayasan Praja Hadipuran Manunggal Sukodono.

Mereka memberikan dua jenis bibit pohon: Dewandaru dan Walikukun.

Menurut Raden Tumenggung Ferry, perwakilan dari Pakasa, pemberian bibit tanaman ini bukan tanpa alasan.

Sebagai Abdi Dalem Keraton Solo, mereka memiliki larangan memberikan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga. Sebagai gantinya, mereka lebih memilih memberikan bibit pohon yang memiliki makna filosofis tinggi.

Baca Juga: Bupati-Wabup Jepara Witiarso Utomo-M Ibnu Hajar Bocorkan Program 100 Hari Herja, Berikut Daftarnya!

Pohon Dewandaru, yang tingginya sekitar satu meter dan diambil dari kawasan Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur, diyakini sebagai simbol kemakmuran, kesabaran, keseimbangan, serta kebijaksanaan.

Sementara itu, pohon Walikukun setinggi dua meter yang berasal dari Adisara, Banjarnegara, Jawa Tengah, memiliki makna perlindungan, kewibawaan, dan karisma.

Dalam budaya Jawa, pohon ini juga dikenal sebagai simbol tolak bala, yang diharapkan bisa menjadi perlambang kepemimpinan yang melindungi rakyatnya.

“Lewat Dewandaru, harapannya Bupati-Wabup dapat menjadi pemimpin yang bijaksana.

Sementara Walikukun melambangkan bahwa mereka harus menjadi panutan bagi masyarakat, baik dalam beragama maupun dalam bertindak,” jelas Ferry, Kamis (20/2).

Tak hanya itu, pihaknya juga berencana mengajukan audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati dalam waktu dekat.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Bupati dan Wabup Jepara Terpilih Bertekad Realisasikan Tagline Menuju Jepara Mulus

“Kami ingin membahas lebih lanjut tentang pelestarian dan pemajuan budaya di Jepara,” tambahnya.

Gerakan Hijau dari Kemenag: Ucapan Selamat dengan Bibit Durian

Ucapan selamat dalam bentuk bibit tanaman juga datang dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jepara.

Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, memberikan satu bibit pohon durian setinggi 1,5 meter.

Menurutnya, pemberian bibit durian ini merupakan bagian dari gerakan green office yang telah dicanangkan sejak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) 2025.

Gerakan ini bertujuan untuk menghijaukan lingkungan kantor dan lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Maka kali ini, ucapan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati kami berikan dalam bentuk bibit tanaman.

Ini juga sebagai bentuk ajakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap hijau serta mengurangi sampah dari karangan bunga.

Jika bibit ditanam, maka manfaatnya akan terus dirasakan untuk bumi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Akhsan menjelaskan bahwa pohon durian dipilih karena memiliki batang yang kuat dan berakar dalam.

“Semoga ini menjadi simbol bahwa Bupati dan Wakil Bupati mampu mewujudkan cita-cita untuk menjadikan Jepara lebih makmur.

Apalagi, durian juga merupakan salah satu komoditas unggulan dari Kabupaten Jepara,” imbuhnya.

Bibit Alpukat dan Karangan Bunga yang Memenuhi Alun-Alun

Tak hanya pohon Dewandaru, Walikukun, dan Durian, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Jepara juga turut memberikan ucapan selamat dalam bentuk bibit pohon alpukat.

Sementara itu, di sepanjang jalan menuju Pendopo Kabupaten Jepara, ribuan karangan bunga tetap berjejer rapi sebagai simbol dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintahan, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha.

Pemberian bibit tanaman ini menjadi tren baru dalam memberikan ucapan selamat kepada pejabat terpilih.

Selain lebih ramah lingkungan, juga membawa harapan agar kepemimpinan yang baru bisa tumbuh kuat, berakar dalam, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jepara.

Apakah tren ini akan menjadi tradisi baru di Jepara? Kita tunggu saja!(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #Pelantikan Bupati jepara #karangan bunga #ucapan selamat #pohon Walikukun