Jepara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara angkatan ke-18 mengadakan kegiatan pendampingan pengelolaan website bagi mitra usaha FurnitureMaker di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pendampingan ini dilakukan oleh Edo, mahasiswa yang tergabung dalam KKN individu, sebagai pemateri utama.
Dalam pelaksanaannya, Edo memberikan pelatihan terkait pengelolaan website, mulai dari optimasi konten, pengelolaan katalog produk, hingga teknik pemasaran digital agar usaha furniture mitra dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini mendapat bimbingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Gentur Wahyu Nyipto Wibowo, S.Kom., M.Kom.
Beliau menyampaikan bahwa penguasaan teknologi informasi, khususnya dalam pengelolaan website, menjadi faktor penting dalam perkembangan industri furniture di Jepara.
“Pendampingan ini diharapkan dapat membantu mitra usaha dalam memanfaatkan website sebagai media pemasaran yang efektif, sehingga mampu meningkatkan daya saing produk FurnitureMaker di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Dengan strategi digital yang tepat, usaha kecil dan menengah (UKM) seperti ini dapat berkembang lebih pesat dan menjangkau pelanggan lebih luas,” ujar Gentur Wahyu.
Pendampingan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh Wahyu, selaku pemilik usaha FurnitureMaker di Desa Jambu.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN Unisnu Jepara dalam mendukung digitalisasi usaha mereka.
Wahyu menyadari bahwa di era serba digital ini, memiliki website yang menarik dan informatif dapat menjadi nilai tambah dalam menjaring pelanggan.
"Dulu, website kami kurang terkontrol karena keterbatasan pengetahuan dalam pengelolaannya, sehingga kami lebih mengandalkan Instagram dan Facebook sebagai sarana promosi utama.
Namun, dengan adanya pendampingan ini, kami mulai memahami bagaimana mengelola website dengan lebih baik agar bisa menjadi tempat yang memudahkan pelanggan melihat dan mengetahui produk kami," ungkap Wahyu.
Dalam pendampingan ini, Edo sebagai peserta KKN individu memberikan contoh langsung bagaimana cara memperbarui konten website secara berkala, menambahkan deskripsi produk yang menarik, serta mengunggah foto berkualitas tinggi agar tampilan website lebih profesional dan kredibel di mata pelanggan.
Selain itu, strategi pemasaran digital seperti penggunaan Google My Business, pemasangan Google Ads, serta optimalisasi media sosial seperti Instagram dan Facebook juga turut diajarkan kepada mitra usaha.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para pelaku usaha furniture di Desa Jambu dapat lebih mandiri dalam mengelola platform digitalnya, sehingga tidak hanya bergantung pada pemasaran tradisional, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi besar dari internet.
Ke depan, pendampingan seperti ini diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak mitra usaha lainnya, sehingga industri furniture Jepara semakin maju dan mampu bersaing di era digital.(*)
Editor : Mahendra Aditya