JEPARA — Masyarakat Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan menggelar Pesta Baratan Sabtu malam (15/2).
Itu merupakan agenda rutin yang digelar tiap tahunnya untuk menyambut malam nisfu Sya`ban sekaligus menjelang datangnya Bulan Ramadan.
Dalam momen tersebut juga jadi bahan edukasi kalangan muda tentang sosok pahlawan nasional Ratu Kalinyamat yang sejumlah peninggalannya terdapat di kompleks Masjid Al-Makmur, Kriyan.
Di masjid tersebut jadi pusat lokasi acara.
Acara tersebut sejatinya dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan doa bersama yang diikuti para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat di teras masjid.
Namun sejak sekitar pukul 19.00 WIB, masyarakat sudah tumpah ruah memadati kawasan sekitar masjid.
Setelah doa bersama, dilanjutkan dengan penyerahan banyu kahuripan dari tokoh agama kepada pemeran Ratu Kalinyamat, dilanjutkan dengan teatrikal.
Pemeran sosok Ratu Kalinyamat tersebut diarak keliling desa dengan didampingi para dayang-dayangnya.
Di belakangnya, juga diikuti barisan anak-anak yang dari Desa Kriyan yang ikut berkeliling membawa lampion atau impes keliling desa.
Muhammad, Panitia Pesta Baratan Desa kriyan menjelaskan agenda tersebut rutin digelar tiap tahunnya menyambut nisfu Sya`ban.
”Baratan ini awalnya dari kata lailatul bara`ah. Istilah lain dari malam nisfu Sya`ban. Artinya malam barakah, malam penuh pemaafan,” ungkapnya kemarin.
Tema Pesta Baratan kali ini adalah Langgar Bubrah.
Itu merupakan salah satu peninggalan dari Ratu Kalinyamat yang dibangun di sebelah barat Masjid Al-Makmur saat ini. (rom)
Editor : Ali Mustofa