Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Festival Baratan dengan Mengarak Lakon Ratu Kalinyamat dan Gunungan Hasil Bumi Jepara Kembali Digelar

Fikri Thoharudin • Sabtu, 15 Februari 2025 | 17:24 WIB

 

SIMBOL PERJUANGAN: Lakon Ratu Kalinyamat saat diarak di sekitar Desa Kriyan, Kalinyamatan, Jepara, saat kirab Baratan kemarin malam. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)
SIMBOL PERJUANGAN: Lakon Ratu Kalinyamat saat diarak di sekitar Desa Kriyan, Kalinyamatan, Jepara, saat kirab Baratan kemarin malam. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

JEPARA - Masyarakat Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara kembali menggelar festival Baratan pada Sabtu, 15 Februari 2025 malam. 

Kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Jepara tersebut menjadi tradisi setiap tahun, utamanya menjelang Ramadan.

Dalam prosesnya pada Sabtu (15/2) malam, dilakukan arak-arakan lakon Ratu Kalinyamat dan gunungan saji hasil bumi. 

Jika tahun 2024 lalu mengangkat tema Siti Hinggil, pada Pekan Budaya Desa Kriyan 2025 ini mengusung tema Langgar Bubrah.

Steering Committee, Hisyam menyebutkan tiap tahun tema yang diangkat memiliki representasi tersendiri.

"Harapannya, budaya tutur maupun cerita lawas di Desa Kriyan dan sekitarnya dapat dikenali oleh generasi muda," ungkapnya Jumat (14/2).

Rangkaian acara, akan dimulai pukul 20.00, selain pembukaan-sambutan dari panitia juga akan disampaikan cerita tutur para leluhur, pengambilan air Tirta Kahuripan atau air berkah, baru kemudian doa dan pemberangkatan Kirab Baratan.

Sebelumnya, juga dilakukan kajian serta diskusi mengenai Ratu Kalinyamat dan yang berkaitan dengan Desa Kriyan. 

"Rute perjalanan ialah mengelilingi Desa Kriyan dengan awal dan akhir di kompleks Masjid Al Makmur Kriyan," sebutnya.

Acara dipastikan akan berlangsung meriah, selain Kirab Baratan yang disaksikan ribuan masyarakat, juga diramaikan oleh pasar UMKM, karnaval dan pentas seni.

Pasar UMKM ditujukan sebagai ruang interaksi dan perputaran ekonomi masyarakat, di mana beragam produk lokal seperti monel, jajanan khas, hingga cenderamata bertemakan lampion.

Sementara itu, kirab karnaval melibatkan tiga peran, ulama, umara dan masyarakat.

Ketiganya menjadi simbolisasi unsur utama guna menciptakan harmonisasi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, terlebih apabila mereka mampu bekerjasama dengan baik. 

Kemudian yang terakhir ialah adanya gunungan saji yang berisi hasil bumi, sebagai simbol dari pahala di bulan suci Ramadan untuk diperebutkan.

"Untuk gunungan memang ada satu. Hanya saja, ada juga pemeran yang membawa jajanan lokal seperti apem dan puli yang dibawa menggunakan tampah untuk para warga," pungkasnya.(fik)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#jepara #Pemkab Jepara #festival baratan #ratu kalinyamat jepara