Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Museum RA Kartini Jepara Digelontor Anggaran Rp 702 Juta untuk Kegiatan Kebudayaan, Kegiatan Apa Saja?

Fikri Thoharudin • Sabtu, 15 Februari 2025 | 17:18 WIB

KREATIF: Para pelajar SMP diajari mengukir di Museum RA Kartini baru-baru ini.
KREATIF: Para pelajar SMP diajari mengukir di Museum RA Kartini baru-baru ini.
JEPARA - Tahun 2025 Museum RA Kartini Jepara mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) sejumlah Rp 702 juta.

Jumlah itu turun dari tahun sebelumnya dengan suntikan dana Rp 800 juta.

Kepala Disparbud Jepara Moh Eko Udyyono melalui Subkord Bidang Sejarah dan kepurbakalaan Lia Supardianik menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah kegiatan kebudayaan.

Di antara program strategisnya ialah program peningkatan akses museum, pengelolaan sarana prasarana, dan pengelolaan koleksi.

"Dominan untuk peningkatan akses museum dan program publik seperti pelatihan maupun workshop," ungkapnya Jumat (14/2).

Selain itu, juga dilakukan pemanfaatan koleksi-koleksi yang ada.

"Memang dari tahun ke tahun, yang akan menjadi agenda rutin adalah belajar ukir. Sementara itu tahun ini ada tambahan belajar gerabah," jelasnya.

 Baca Juga: Usai Bupati dan Wabup Jepara Dilantik, Bupati Jepara akan Jalani Orientasi Kepemimpinan di Magelang selama Sepekan

Diketahui saat ini, Museum RA Kartini ialah kelas b dan masih terus berfokus terhadap pemenuhan dan penataan koleksi.

"Memang kami bercita-cita untuk menuju ke kelas A dari status kali ini yang masih kelas B. Tapi untuk saat ini belum untuk menuju ke sana, masih fokus dalam pemenuhan koleksi," ujarnya.

Pihaknya turut mengupayakan hibah dan penelusuran terkait dengan koleksi yang layak untuk dipajang di museum. Baik dalam bentuk prasasti maupun ODCB lainnya.

"Tahun ini kami akan mulai kembali untuk mencari kitab suci (prasasti, Red). Kebanyakan tersebar di daerah Timur Jepara," katanya.

Sepanjang proses kerja-kerja kebudayaan yang dilakukannya, menurut potensi temuan di Tempur tidak sebanyak dengan yang di daerah lainnya.

"Seperti di daerah Tempur ini masih perlu digali lebih jauh, kalau jenis temuannya ya tak bisa dipastikan," tutupnya sembari menyinggung terakota dan prasasti-prasasti.(fik)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#kebudayaan #MUSEUM RA KARTINI JEPARA #jepara #Pemkab Jepara