Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Kembang Jepara Untungnya Tiga Orang Selamat

Fikri Thoharudin • Sabtu, 15 Februari 2025 | 02:01 WIB
KARAM: Kondisi kapal sebelum tenggelam di perairan dekat PLTU Kamis (13/2) malam.
KARAM: Kondisi kapal sebelum tenggelam di perairan dekat PLTU Kamis (13/2) malam.

JEPARA – Sebuah kapal nelayan yang tergabung dalam kelompok Mina Mandiri Ngeluh mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam di perairan sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada Kamis (13/2) malam.

Beruntung, tiga nelayan yang berada di kapal berhasil diselamatkan oleh rekan-rekan mereka yang juga hendak melaut.

Ketiga korban yang selamat adalah Kahono, warga Desa Kaliaman, serta Kismianto dan Dafid, warga Sekuping.

Mereka dilaporkan sedang dalam perjalanan mencari ikan dan cumi ketika kapal mereka mulai mengalami kebocoran sekitar pukul 18.30 WIB.

Evakuasi Dramatis di Tengah Laut

Seorang nelayan asal Kaliaman, Eko Sukun Joyo (44), yang kebetulan berada di belakang kapal korban saat kejadian, segera melakukan evakuasi bersama dua rekannya.

Mereka langsung memindahkan para korban dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan ke kapal mereka.

"Meski saya orang Kaliaman, saya berlabuh dari Sekuping Tubanan. Kapal korban memang berangkat lebih dulu, jadi saya berada di belakangnya," ujar Eko pada Jumat (14/2).

Proses evakuasi berlangsung sekitar setengah jam sebelum akhirnya kapal benar-benar tenggelam pada pukul 19.00 WIB.

Upaya para korban untuk menutupi kebocoran dengan kain tidak membuahkan hasil.

"Papan kapal pecah, jadi air terus masuk. Meski sempat ditutup dengan kain, tetap tidak kuat. Saat saya dekati, kondisinya sudah tidak bisa diatasi," jelas Eko.

Mesin genset dan mesin utama kapal ikut tenggelam dalam kejadian tersebut.

Kapal karam di perairan dekat PLTU, sekitar 6 kilometer dari labuhan dengan kedalaman laut mencapai 25 meter.

Minim Bantuan, Nelayan Butuh Perhatian

Setelah kapal tenggelam, para nelayan segera berbalik arah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun sebagian besar peralatan mereka hilang.

"Yang berhasil diselamatkan hanya alat untuk mencari cumi, pancing, dan penerangan seperti lampu," tambah Eko.

Musim-musim seperti ini memang dikenal sebagai musim paceklik bagi nelayan. Dalam beberapa pekan terakhir, dua kapal lain juga dilaporkan karam di sungai sekitar lokasi kejadian.

Kondisi ini semakin memperburuk situasi para nelayan yang sudah kesulitan mencari nafkah.

Para nelayan telah berupaya mengajukan asuransi dan bantuan kepada pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan dinas terkait.

Namun, hingga saat ini, belum ada respons yang mereka terima.

"Kami berharap ada perhatian lebih untuk nelayan, terutama saat musim gelombang tinggi seperti ini.

Bantuan seperti beras paceklik pun belum turun, padahal saat musim seperti ini kami tidak bisa melaut karena risikonya sangat besar," harapnya.

Dengan semakin tingginya risiko melaut di tengah cuaca yang tidak menentu, para nelayan diharapkan mendapatkan dukungan lebih dari pemerintah dan pihak terkait agar mereka tetap bisa bertahan di tengah kondisi sulit ini.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#Perairan Kembang jepara #korban kapal tenggelam #jepara #kapal karam #kapal tenggelam