Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Imbas Air Sungai Melimpas Jalan Raya Jepara-Kudus Macet 5 Jam

Fikri Thoharudin • Jumat, 7 Februari 2025 | 23:50 WIB
NEKAT: Para pengendara berusaha menerobos arus banjir pada Kamis (6/2) malam.
NEKAT: Para pengendara berusaha menerobos arus banjir pada Kamis (6/2) malam.

JEPARA - Hujan yang mengguyur di sejumlah daerah khususnya di Kecamatan Mayong dan Nalumsari sebabkan sungai tak kuat menahan banyaknya debit air.

Akibatnya Jalan Raya Jepara-Kudus di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong lumpuh dan dialihkan.

Tak hanya itu, air juga menggenang di jalan-jalan dan permukiman di Desa Daren dan Gemiring Kidul.

Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Jepara Ipda Badar Amri Yahya menyampaikan Jalan Jepara-Kudus terjadi luapan air sungai yang berasal dari arah lereng Gunung Muria.

Akibatnya jalan tersebut macet dan lumpuh setidaknya lima jam. Terhitung sejak Kamis (6/2) mulai pukul 17.00 hingga sekitar pukul 22.00.

"Air mulai naik terjadi sejak pukul 17.00, untuk lalu lintas kami alihkan dari arah Kudus-Jepara dan sebaliknya.

Dari arah Jepara, di Simpang Gotri ke Welahan kemudian Kuanyar. Yang dari Kudus di Simpang Mayong melalui kuanyar kemudian Welahan atau jalur Batealit," ungkapnya Kamis (6/2) malam.

Kendati di kuanyar juga terjadi luapan akan tetapi ketinggian air tidak seperti di Sengonbugel.

Meskipun di Jalan Raya Provinsi itu hanya berkisar 20-30 sentimeter, namun air memiliki air yang cukup deras.

"Antrean kendaraan roda empat sekitar 500 meter dari Jembatan Pelang-Sengonbugel hingga SMAN 1 Mayong. Dan ke arah timur menuju Kudus sampai depan pabrik-pabrik," jelasnya.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, tampak sejumlah pengendara roda dua yang menuntut kendaraannya karena mogok.

"Beberapa pengendara (roda dua, Red) yang melintas terkendala mesin mati atau mengalami slip di vanbelt.

Untuk kendaraan besar melintas bergantian," terangnya di sela-sela mengatur lalu lintas yang ada.

Sementara itu, salah satu warga Dukuh Ngemplak Desa Sengonbugel Sugiyanto mengatakan banjir yang berada di arah sejurus dengan desa di area persawahan mencapai 1,5 meter.

"Kalau di jalan besar paling-paling tidak sampai 50 sentimeter, tapi kalau masuk ke dalam sampai seleher, karena kondisi jalan menurun," tanggapnya.

Menurut Sugiyanto, banjir sering terjadi. Namun kali ini terhitung banjir yang cukup besar. Bahkan terdapat lengan jembatan pun sampai putus.

"Area pertanian juga terdampak, sudah satu bulan setengah masa tanam, habis dirabuk (pupul, Red) juga," ujarnya sambil mengamati area persawahan yang terendam.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Jepara Natya Mradipta mencatatkan tiga Desa yang terdampak banjir, meliputi Desa Daren, Gemiring Kidul dan Mayong.

"Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi, utamanya limpasan dari sungai atas, Gebog, Gemiring Kidul, dan sekitar jalanan Nalumsari1. Ketinggian air 10-50 sentimeter," ujarnya Jumat (7/2).

Pihaknya menyebutkan, laporan adanya genangan air mulai masuk sejak 16.30 hingga seusai Maghrib.

"Kami melakukan monitoring dan asesmen, sekitar pukul 20.30 jalan sudah mulai bisa dilewati. Tidak ada tanggul jebol, hanya limpasan dari air sungai," sebutnya.

Warga pun tak sampai mengungsi lantaran banjir hanya melintas ke arah bawah.

Pukul 22.00 jalanan baik di Daren, Nalumsari ataupun Sengonbugel sudah dapat dilewati secara normal.

Hanya masih tersisa material seperti pasir, bebatuan dan sedimentasi yang terbawa arus banjir.

"Kami juga telah menyiapkan perahu karet di lokasi, namun tidak sampai diturunkan karena banjir segera surut," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #banjir #Jalan Raya Jepara Kudus