Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Jepara Rampungkan Inventarisasi Abrasi, Siapkan Penanganan Jetty dan Seawall, Begini Konsepnya

Fikri Thoharudin • Sabtu, 18 Januari 2025 | 15:55 WIB
GANAS TERIK: Kondisi sea wall di Pantai 1000 Ranting, Kecamatan Kedung.
GANAS TERIK: Kondisi sea wall di Pantai 1000 Ranting, Kecamatan Kedung.

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah menyelesaikan inventarisasi wilayah pesisir yang terdampak abrasi.

Dari total panjang garis pantai sekitar 82 kilometer, tercatat 31 desa/kelurahan di sembilan kecamatan berisiko tinggi terhadap bencana abrasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jepara, Hasanuddin Hermawan, melalui Kabid Perekonomian, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Kewilayahan (Pisdak), Dwi Yogo Adiwibowo, menyatakan bahwa desain penanganan abrasi telah disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah.

“Konsep dari Provinsi sudah selesai, dan gambar kerja secara detail sudah tersedia,” ungkap Dwi Yogo, mengacu pada desain yang dirancang oleh PT Ardi Utama Mulya Jaya. Konsultan tersebut mengerjakan desain selama 180 hari, dari 18 April hingga 14 Oktober 2024.

Penanganan abrasi yang dirancang melibatkan dua metode utama, yaitu pemasangan seawall dan jetty.

Titik-titik pantai yang dirancang menggunakan seawall meliputi Pantai Cemara Kasih, Pantai Ketapang, Pantai Bringin, Pantai Mahbang, Pantai Bayuran, Pantai Balekambang, Pantai Ombak Mati, Pantai Selayar, Pantai Ngelak, dan Pantai Ujung Piring.

Sementara itu, muara Sungai Bayuran dan Sungai Bondo diproyeksikan menggunakan jetty.

Lokasi-lokasi tersebut berada di bawah wilayah kerja Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serang Lusi Juana (Balai PSDA Seluna) dan Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah.

Selain upaya teknis, Pemkab Jepara juga terus berkoordinasi untuk pendekatan berbasis lingkungan, seperti penanaman mangrove.

“Kalau untuk teknis, itu dilakukan teman-teman provinsi. Di luar itu, kami juga berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan Diskan (Dinas Perikanan) untuk pendekatan lingkungan,” ujar Dwi Yogo.

Pemkab Jepara mengupayakan berbagai sumber pendanaan untuk penanganan abrasi, termasuk dari anggaran kabupaten, provinsi, nasional, hingga program Corporate Social Responsibility (CSR).

Sebelumnya, survei topografi, investigasi geologi, hingga analisis hidrooceanografi dilakukan sebagai dasar penyusunan desain penanganan abrasi.

Semua langkah ini diharapkan dapat memitigasi dampak abrasi yang kian mengancam wilayah pesisir Jepara.

“Proses ini kami usahakan berjalan dengan optimal agar hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat pesisir yang terdampak abrasi,” pungkas Dwi Yogo. (fik/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Sea wall #jepara #abrasi #Pencegahan