Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Viana Tsabita Al Azizi Asal Jepara yang Kenalkan Sejarah lewat Game Ular Tangga

Fikri Thoharudin • Senin, 13 Januari 2025 | 16:23 WIB

Viana Tsabita Al Azizi
Viana Tsabita Al Azizi
MESKI masih berusia 17 tahun, namun Tata atau pemilik nama lengkap Viana Tsabita Al Azizi tak kehabisan akal untuk mengangkat beragam potensi utamanya terkait sisi-sisi masa lampau Kabupaten Jepara.

Perempuan yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 1 Mayong tersebut mulanya tertarik dengan pesona sejarah yang menyelimuti tanah kelahirannya tersebut.

Mulanya Tata meresahkan terkait sejumlah Cagar Budaya yang kurang menjadi perhatian bagi generasi muda.

Dia menilai anak-anak yang beranjak dewasa lebih memilih bermain game, baik offline maupun online lewat gawai.

Berangkat dari hal tersebut, Tata kemudian mengambil sebuah ide yaitu menciptakan sebuah game namun muatannya berisi tentang informasi Cagar Budaya yang ada di Jepara. Dengan harapan dapat mengenalkannya dengan kalangan muda.

"Saya membuat Game Ular Tangga Cagar Budaya atau disingkat Gulanggya. Menjadi sebuah game interaktif yang disajikan menyerupai permainan ular tangga yang memuat 11 Cagar budaya yang ada di Kota Ukir ini," ungkapnya.

Beberapa cagar budaya tersebut meliputi, Eks Pabrik Keramik Mayong, Monumen Ari-ari Kartini Mayong, Pabrik Gula Bonjot Krasak, Kompleks Makam dan Masjid Adipati Citrosomo Sendang, Kompleks Makam dan Masjid Mantingan.

Kemudian Klenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Pendopo Kabupaten Jepara, RS Kusta Donorojo, Benteng Fort Japara (Benteng VOC), Benteng Portugis dan Candi Angin.

Game tersebut disajikan secara offline berupa papan ular tangga Gulanggya, pion dan dadu, serta flashcard yang berisi potret masing-masing Cagar budaya dan barcode.

Beserta komponen online terdiri atas website yang akan muncul setelah barcode di dalam flashcard di scan serta quiz. Cara bermain Gulanggya pun tidak jauh berbeda saat bermain ular tangga pada umumnya.

"Misalnya, pemain melemparkan dadu, kemudian mendapatkan angka empat. Lalu, pemain akan menjalankan pion sebanyak 4 langkah. Kemudian, pada kotak empat terdapat potret dari Monumen Ari-Ari Kartini. Lalu pemain akan mengambil flashcard yang terdapat potret Monumen Ari-Ari Kartini juga. Pada flashcard terdapat sebuah barcode yang bisa di-scanning," urainya memberi penjelasan.

Diketahui website yang terhubung ialah https://msha.ke/ular_tangga_caga_budaya. Laman tersebut dapat dibuka, dan pada halaman yang paling bawah akan ditemukan button quiz.

"Pemain akan memainkan quiz yang mana berguna untuk mengevaluasi hasil belajar pemain.

Karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya menciptakan generasi muda yang mengetahui, mengenali, dan melestarikan cagar budaya yang ada di kota Jepara," ujarnya.

Gulanggya sendiri dapat dimainkan secara individu maupun secara bersama-sama alias mabar.

Jika dimainkan secara mabar, secara tidak langsung kita juga telah memupuk rasa kebersamaan, saat bermain bersama, penyebaran informasi dan pengetahuan tentang cagar budaya menjadi lebih luas. (fik/zen)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#sejarah #jepara #benteng voc jepara #inspirashe #sosok