Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Fenomena Judi Online di Jepara Merebak, Ada yang Boncos Rp 200 Juta?

Fikri Thoharudin • Selasa, 26 November 2024 | 00:35 WIB
Illustrasi judi online.
Illustrasi judi online.

JEPARA – Aktivitas judi online, baik slot maupun togel, semakin menjadi tren di kalangan masyarakat, terutama dalam dua tahun terakhir.

Dari yang awalnya hanya iseng hingga menjadi kebiasaan sehari-hari, banyak yang terjerat dalam dunia perjudian ini, bahkan tak sedikit yang mengalami dampak negatif.

DC (25), seorang warga Plajan, mengaku sudah bermain togel sejak 2018. Awalnya, ia bermain hanya untuk mengisi waktu luang.

“Pasangannya variatif, mulai Rp 20 ribu hingga pernah Rp 3,5 juta. Waktu itu saya menang jackpot Rp 30 juta,” ungkapnya pada Senin (25/11).

DC menjelaskan bahwa ada banyak situs judi online yang menyediakan layanan togel dengan bandar dari Sydney, Singapura, hingga Hongkong.

Ia mengaku tidak sampai kecanduan, tetapi tetap rutin bermain.

“Biasanya pasang dua hingga empat nomor. Semakin besar pasangannya, hasilnya juga makin besar kalau menang,” jelasnya.

Yang menarik, DC menyebut ada sebagian orang yang rela melakukan ritual tertentu demi mendapatkan nomor keberuntungan.

“Ada yang cari petunjuk di makam, pakai primbon Jawa, mimpi, hingga bertanya kepada dukun. Tapi menurut saya, ini semua soal keberuntungan,” katanya.

Ketergantungan dan Beban Hutang

Berbeda dengan DC, FL (27), warga Langon, membagikan pengalaman temannya yangkecanduan judi online hingga berutang besar.

“Dia mulai main sekitar 2020, sampai akhirnya punya hutang di 16 aplikasi pinjaman online (pinjol) hingga membengkak Rp 200 juta,” ujar FL.

Menurutnya, judi online sangat memengaruhi psikologis pemain, baik saat menang maupun kalah.

"Dia sempat frustasi dan merasa tidak tahu harus berbuat apa. Untungnya keluarganya mampu menebus hutang itu meski harus menangis-nangis,” katanya.

Bermain di Tengah Ketidakpastian

M (28), warga Welahan, memiliki pandangan lain. Lulusan sarjana informatika ini mengaku bermain slot online sebagai cara mencari uang tambahan, terutama dalam situasi mendesak.

“Saya pernah top up Rp 50 ribu dan dalam semalam menang Rp 3 juta,” ungkapnya.

M bahkan mencoba menganalisis waktu terbaik bermain slot.

Menurutnya, peluang menang lebih besar antara pukul 00.00 hingga 04.00 dini hari.

Namun, ia juga memperingatkan bahwa tidak semua situs judi online terpercaya.

“Banyak situs bodong yang tidak bisa menarik kemenangan. Saya pernah buat situs semacam itu, dan ternyata mudah,” ujarnya.

Meski demikian, M tetap menekankan pentingnya kontrol diri.

“Saya main secukupnya, tidak seperti teman yang langsung habiskan gaji Rp 5 juta untuk top up,” pungkasnya.

Fenomena judi online ini jelas menunjukkan berbagai dampak, mulai dari hiburan hingga ketergantungan yang berujung pada masalah finansial dan psikologis.

Meski dianggap hiburan bagi sebagian orang, judi online telah membawa konsekuensi serius bagi banyak pihak.

Selain menimbulkan kecanduan, aktivitas ini juga sering kali melibatkan praktik ilegal yang semakin memperparah situasi.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap penyebaran fenomena ini, terutama di tengah akses internet yang semakin mudah.

Edukasi dan pengawasan menjadi langkah penting untuk meminimalisir dampak buruk dari judi online. (fik/khim)

Editor : Abdul Rokhim
judol jepara judi online Judol jepara fenomena