RADAR KUDUS – Jepara merupakan kota di pesisir utara Jawa yang terkenal dengan keindahannya alamnya sekaligus seni ukir kayu yang mendunia.
Seni ukir Jepara telah menjadi identitas kota ini selama berabad-abad. Kepiawaian warga Jepara dalam seni ukir kayu tak lepas dari peran Ratu Kalinyamat yang saat itu memimpin Jepara.
Awal Mula Seni Ukir di Jepara
Awal mula seni ukir di Jepara konon sejak abad ke-14. Pada masa itu, seni ukir digunakan untuk menghias bangunan, seperti bangunan kerajaan, candi, hingga perabotan rumah tangga.
Seni ukir ini kemudian berkembang pesat di Jepara seiring dengan penyebaran agama Islam dan pengaruh kebudayaan Tionghoa yang datang melalui jalur perdagangan.
Jepara menjadi pusat perdagangan yang penting pada masa itu. Para pedagang membawa pengaruh budaya dan seni dari berbagai penjuru dunia. Seni ukir kayu menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya yang menggabungkan elemen lokal dengan pengaruh luar yang unik dan khas.
Siapa yang Memulai Seni Ukir di Jepara
Ada berbagai versi siapa yang memulai atau mempeloposi seni ukir di Jepara. Versi pertama yakni seorang seniman dari Champa. Menurut cerita seniman ini datang ke Jepara dan mengajarkan teknis dalam kerajinan kayu kepada warga Jepara.
Versi lainnya ada sosok bernama Prabangkara yang konon merupakan seniman ukir dari Kerajaan Majapahit. Dia diperintah Raja Brawijaya untuk melukis istrinya tanpa busana. Kendati bisa melukis dengan sempurna, dia dihukum karena melihat istri raja tanpa busanya.
Prabangkara kemudian dihukum dengan diikat di layang-layang dan diterbangkan hingga jatuh di desa Mulyoharjo Jepara kemudian mengajarkan seni ukir di sana.
Kendati demikian, dua versi ini tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak ada referensi valid yang membahas tentang ini. Kedua versi tersebut hanya diyakini sebagian kecil masyarakat.
Peran Ratu Kalinyamat dalam Pengembangan Seni Ukir
Ratu Kalinyamat memimpin Jepara pada pertengahan abad ke- 16. Dia memainkan peran penting dalam pengembangan seni ukir di Jepara.
Dia dikenal sebagai pemimpin yang mencintai seni dan budaya serta mendukung perkembangan seni ukir di Jepara.
Pada masa pemerintahannya, seni ukir Jepara mencapai puncak kejayaan. Banyak seniman dan pengukir kayu yang mendapat dukungan dari istana sehingga mereka dapat berkata dan mengembangkan teknik-teknik baru dalam seni ukir.
Motif dan Teknik Ukir Jepara
Seni ukir Jepara dikenal dengan motif-motif yang rumit dan detail. Beberapa moitif yang sering digunakan yakni motif flora, fauna, geometris, dan pola-pola tradisional yang terinspirasi dari alam.
Motif ukir Jepara dikenal memiliki keterampilan tinggi dan teknik tinggi.
Teknik ukir Jepara melibatkan beberapa tahap mulai dari pemilihan kayu yang berkualitas hingga proses pengukiran yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Kayu jati biasanya jenis kayu yang paling sering sering digunakan untuk membuat ukir kayu. Sebab kayu jati memiliki tektur yang halus dan kuat.
Perkembangan Seni Ukir Jepara
Saat ini, seni ukir Jepara terus berkembang dan beraptasi dengan perubahan zaman. Para pengukir Jepara tidak hanya mempertahankan tradisi lama, tetapi berinovasi dalam desain dan teknik ukir menyesuaikan keinginan pasar.
Program-program pelatihan dan pendidikan seni ukir diberikan kepada genirasi muda di sekolah-sekolah. Tujuannya agar keterampilan ini terus diwariskan dan dilestarikan.
Festival seni ukir juga sering digelar untuk mempromosikan karya para pengukir Jepara.
Bagian Penting Perekonomian hingga Identitas Jepara
Seni ukir Jepara menjadi warisan budaya yang penting dan berharga bagi Indonesia, khususnya Kabupaten Jepara. Dari amsa Kerajana Majapahit hingga saat ini, sen I ukir Jepara terus berkembang dan menjadi simbol kebanggan bagi masyarakat Jepara.
Keindahan dan keunikan ukirannya menjadikan Jepara terkenal du dunia. Tak hanya itu ukiran Jepar menjadi identitas dan meningkatkan perekonomian warga Jepara.
Editor : Noor Syafaatul Udhma