JEPARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara mulai menindaklanjuti rencana pembangunan monumen Ratu Kalinyamat.
Itu diawali dengan menentukan wajah Sang Ratu dan ketentuan desain yang diperlukan dalam pembangunan monumen tersebut.
Untuk itu, kemarin DPUPR Jepara mengundang sejumlah pakar dan melibatkan mereka dalam sebuah seminar di kantor DPUPR Jepara.
Para pakar tersebut didatangkan dari sejumlah kampus.
Antara lain A. Anzieb, dosen Institut Sejarah Seni Indonesia; Nano Warsono, dosen Fakultas Seni Rupa Intitut Seni Indonesia Jogjakarta; dan Professor Alamsyah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang.
Kepala DPUPR Jepara Ary Bachtiar melalui Subkor Pembangunan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Umum Atho`illah menjelaskan, dalam rencana pembangunan monumen tersebut, DPUPR Jepara memang melibatkan masyarakat.
Itu dituangkan dalam bentuk sayembara desain monumen.
Namun, yang jadi kendala adalah sosok yang baru saja dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2023 itu minim foto maupun referensi yang memuat wajahnya.
Sebab itu, pihaknya menggelar seminar tersebut.
Dalam seminar ini narasumber menjelaskan sumber-sumber tentang Ratu Kalinyamat sebagai referensi peserta lomba.
Tentunya, dengan sumber primer maupun sekunder yang disampaikan, diharapkan peserta dapat membuat karyanya sesuai dengan sumber yang dapat dipercaya dan tidak menyimpang dari itu.
“Ini kami siapkan, nanti untuk referensi peserta sayembara. Oh, ini Ratu Kalinyamat mau saya desain seperti ini, misalnya. Jadi biar tidak melenceng dari sosok Ratu Kali nyamat yang sebenarnya. Yang 400 tahun lalu. Ya minim foto, minim referensi,” kata Atho`illah. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa