Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perpusnas Writers Festival 2024 Resmi Digelar di Jepara, Gaungkan Menulis untuk Perubahan

Fikri Thoharudin • Jumat, 18 Oktober 2024 | 20:53 WIB

 

PERCAYA DIRI: Siswi yang masih duduk di bangku sekolah menengah lakukan unjuk karya puisi terhadap tuan rumah, para pembicara dan tamu undangan.
PERCAYA DIRI: Siswi yang masih duduk di bangku sekolah menengah lakukan unjuk karya puisi terhadap tuan rumah, para pembicara dan tamu undangan.

JEPARA – Perpusnas Writers Festival (PWF) 2024 resmi dimulai di Pendapa Kartini, Kabupaten Jepara pada Kamis (17/10).

Tahun ini, festival memasuki edisi keempat dengan tema "Menulis untuk Perubahan," menyoroti pentingnya penulisan sebagai alat untuk mendorong transformasi sosial.

PWF sebelumnya telah diadakan di Jakarta pada 2021 dan 2022, serta di Bandung pada 2023.

Pemilihan Jepara sebagai lokasi tahun ini tidak lepas dari keterkaitannya dengan Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi perempuan yang lahir di kota tersebut.

Joko Santoso, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menekankan bahwa Kartini menjadi simbol kekuatan literasi yang tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai alat perubahan sosial.

“Salah satu warisan terpenting Kartini adalah tulisannya. Ia menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan gagasan tentang pendidikan, emansipasi perempuan, dan masa depan yang lebih cerah,” ujar Joko dalam pidatonya.

Melalui surat-surat yang ditulis kepada teman-temannya di Belanda, Kartini mengkritisi ketidakadilan sosial yang dialami perempuan Jawa pada masa itu.

Surat-surat Kartini kemudian diterbitkan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang menjadi inspirasi bagi gerakan emansipasi perempuan di Indonesia.

Penulisan Kartini, menurut Joko, berfungsi sebagai penggerak perubahan sosial yang hingga kini masih relevan dan memotivasi generasi muda untuk terus berjuang demi pendidikan dan kesetaraan.

Festival ini diharapkan menjadi platform untuk membangkitkan minat literasi di masyarakat Indonesia serta menjadi ruang bagi penulis dan pembaca untuk berdiskusi tentang tantangan dunia penulisan dan penerbitan.

PWF 2024 berlangsung selama lima hari (17-21 Oktober) dengan berbagai kegiatan seperti diskusi penulisan, peluncuran dan bedah buku, pameran, musikalisasi puisi, hingga lokakarya penulisan dan pemutaran film pendek.

Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Jepara sebagai tuan rumah PWF 2024.

Ia juga mengumumkan program baru, "Satu ASN Satu Buku," yang akan mendorong para aparatur sipil negara di Jepara menyumbangkan buku untuk perpustakaan desa dan taman baca masyarakat.

"Jika seluruh ASN di Jepara, yang jumlahnya hampir delapan ribu orang, menyumbangkan satu buku, itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Edy.

Program ini diharapkan dapat memperkaya sumber bacaan bermutu di seluruh wilayah Jepara.

Selain itu, PWF juga membuka akses penerbitan digital dengan biaya yang lebih rendah, sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas penulis.

Edi Wiyono, Pemimpin Redaksi Perpusnas Press, menjelaskan bahwa penerbitan digital adalah langkah penting untuk memperluas jangkauan karya para penulis, terutama di tengah tantangan biaya penerbitan cetak yang tinggi.

"PWF ini adalah inovasi untuk memperkuat budaya menulis, yang pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan kecakapan literasi masyarakat," tutup Edi.

Festival ini diharapkan mampu membangkitkan semangat menulis dan mengorbitkan potensi lokal dari Jepara ke kancah nasionaldan internasional. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#perpusnas writers festival 2024 #jepara #pwf 2024 #literasi menulis