Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga Hari Pencarian, Tiga ABK KM Sabar Subur I Asal Rembang yang Tenggelam di Karimunjawa Jepara masih Nihil

Fikri Thoharudin • Selasa, 15 Oktober 2024 | 21:36 WIB

 

PANTAU: Personel gabungan dari KN SAR Sadewa, SROP Semarang dan SROP Karimunjawa masih melakukan pencarian awak kapal KM Sabar Subur I kemarin.
PANTAU: Personel gabungan dari KN SAR Sadewa, SROP Semarang dan SROP Karimunjawa masih melakukan pencarian awak kapal KM Sabar Subur I kemarin.

KARIMUNJAWA - Tiga hari operasi SAR pencarian tiga anak buah kapal kapal motor (KM) Sabar Subur I asal Kabupaten Rembang yang dilaporkan tenggelam belum membuahkan hasil.

Sebelumnya KM Sabar Subur I dikabarkan alami kecelakaan dan tenggelam di perairan arah timur laut Pulau Karimunjawa pada Jumat (11/10) sekitar pukul 11.00.

Diduga kapal bermasalah pada keran buangan air di posisi 66 mil arah timur laut perairan Karimunjawa dengan koordinat 5'09'00"S - 111'19'00"E.

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menyampaikan saat beroperasi mencari ikan di perairan sisi timur luat Pulau Karimunjawa, KM Sabar Subur I alami kerusakan (jebol) pada keran pembuangan air.

"Sehingga membuat air laut masuk ke dalam kapal dengan sangat cepat, dan mengakibatkan kapal tenggelam," siratnya kemarin.

Seluruh ABK KM Sabar Subur I jatuh ke dalam laut. Dari 14 anak buah kapal (ABK) beserta nakhoda, sebelas di antaranya ditemukan dalam keadaan selamat dan tiga lainnya masih dalan proses pencarian.

Diketahui kapal yang mengangkut 14 ABK tersebut dari Kabupaten Rembang.

Adapun data korban selamat meliputi, Karsono (nakhoda) serta ABK Sukoco, Suparjo, Agus Teguh, Ahmad Jimaidi, Sutrisno, Jamani, Sampurno, Samsul, Sartono, dan Subari.

"Kesebelas ABK berhasil diselamatkan oleh KM Satya Kencana III yang tengah melintas tujuan Banjarmasin. Tiga orang ABK masih dalam pencarian yaitu Achmad Zamroni, Abdul Alim, dan Bambang Setiawan," jelasnya.

Dilakukan operasi SAR gabungan dari SAR Semarang atau KN Sadewa sebanyak 18 personel, SROP Semarang dua personel, SROP Jepara dua personel.

Nahkoda KN Sadewa, Harpodo menjelaskan 11 ABK berhasil diselamatkan oleh KM Satya Kencana III tujuan Banjarmasin.

"Untuk korban yang telah diselamatkan sekarang sudah dibawa ke pelabuhan Banjarmasin dan sudah berada di dinas sosial setempat," ucapnya.

Pihaknya melanjutkan, proses pencarian terkendala cuaca cerah yang berangin kencang dan ombak tinggi.

"Apalagi kalau menjelang sore angin bertiup kencang hingga 20-30 Knot, cakupan area pencarian terlalu luas. Sementara alat terbatas, hanya satu kapal," sebutnya.

Baca Juga: Tak Main-main... Polisi Angkut Belasan Motor Pakai Knalpot Brong untuk Cegah Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas di Blora 

Ketua Asosiasi JTB Bhaita Adiguna Kabupaten Rembang Lestari Priyanto menyampaikan pihaknya telah turut berkoordinasi dengan pemangku kebijakan setempat.

Kesebelas korban yang selamat akan diberangkatkan lagi ke Jawa pada Senin (14/10) pukul 23.00.

"Ya nanti malam (kemarin malam, Red) jam 23.00 akan bertolak dari Banjarmasin ke Surabaya naik kapal penumpang KM Mila. Kemudian dari Surabaya langsung ke Rembang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara Distrik Navigasi Semarang Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Edi Pitono juga terus menyiarkan informasi soal kecelakaan kapal tersebut.

Usai menerima surat edaran resmi dari Basarnas pihaknya melakukan broadcast informasi kepada kapal-kapal yang melintas melalui siaran radio.

"Karena ini urgent maka kami secara berkala melakukan siaran per satu jam sekali," ujarnya.

"Dengan dua frekuensi, di bawah 20 mil lewat radio VHF dan di atas 20 mil lewat radio MF/HF," tanggapnya.

Radio MF/HF sendiri bisa terdengar hingga menjangkau kapal-kapal di Papua.

Itu digunakan untuk memaksimalkan pencarian apabila terdapat kapal yang melintas dan menemukan korban bisa diselamatkan terlebih dahulu.

"Kami terus memantau, dan mudah-mudahan ada kapal yang melintas sehingga lebih dulu dapat melakukan penyelamatan," tutupnya memberi harap. (fik/war)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #kemenhub #sar #rembang #kapal #tenggelam #kecelakaan