JEPARA – Langit di atas Pantai Empu Rancak, Desa Karanggondang, Jepara, dipenuhi oleh layangan dengan berbagai bentuk, dari superman hingga naga.
Festival Layang-Layang yang digelar kemarin menarik perhatian pengunjung lokal maupun mancanegara.
Puluhan pelayang dari berbagai daerah di Indonesia serta turis dari Polandia dan Swedia turut ambil bagian dalam festival tersebut.
Acara yang diinisiasi oleh Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) ini sukses menampilkan beragam layangan, mulai dari bentuk kartun hingga figur-figur hewan, seperti paus orca.
Sejak pukul 10.00 WIB, ratusan layangan melayang tinggi di angkasa, menciptakan pemandangan yang memikat di pesisir Pantai Empu Rancak.
Menurut Loteny Swastika Tenny Ria, penasihat Pelangi Jepara, ini adalah ketiga kalinya festival layang-layang digelar di Jepara.
Sebelumnya, acara serupa diadakan di Pantai Bandengan dan Sekuro Village.
Tenny menjelaskan, Pelangi sering diundang ke festival-festival di luar kota, bahkan hingga ke luar negeri.
"Kami berharap festival ini bisa menjadi sarana pelestarian layang-layang sebagai mainan tradisional dan ikut memajukan pariwisata," ujarnya.
Selain pelayang dari Surabaya, Sleman, dan Jakarta, festival ini juga dihadiri oleh peserta dari Polandia dan Swedia.
Andreas Agreen, pelayang asal Swedia, mengaku terkesan dengan lokasi acara yang berada di tepi pantai dengan latar hamparan sawah.
"Sangat indah, angin cukup kencang, dan saya sangat menikmati menerbangkan layangan inflatable," kata Andreas.
Meski di Swedia tidak ada tradisi layang-layang seperti di Indonesia, Andreas mengaku sudah terlibat dalam dunia layang-layang selama lebih dari 30 tahun.
Sementara itu, Wasekjen Pelangi Nasional, Bagus Nugraha, menyampaikan bahwa penilaian dalam festival ini dibagi menjadi dua kategori yaitu bentuk dan kreasi layangan saat diterbangkan.
Meski Jepara masih baru dalam dunia perlayangan, Bagus berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar di masa depan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono, juga optimis bahwa festival ini dapat menjadi daya tarik wisata di Jepara.
Ia berharap masyarakat semakin mengenal berbagai jenis layang-layang, termasuk potensi terciptanya layangan khas Jepara.
"Kami berharap ke depan ada layangan yang menjadi ciri khas Jepara dan mampu menarik lebih banyak wisatawan," ujarnya.
Festival Layang-Layang di Pantai Empu Rancak ini tak hanya memanjakan mata para pengunjung, tapi juga memperkenalkan kembali tradisi yang kian langka di tengah era digital. (fik/khim)
Editor : Abdul Rokhim