JEPARA – Alfa Academy tengah mengupayakan untuk memperkenalkan pengembangan ilmu teknologi (IT) ke masyarakat.
Dalam hal ini, Alfa Academy menggandeng Parallaxnet untuk melakukan hal tersebut.
Dalam upaya tersebut, ditindaklanjuti dengan penandatangan Memorandum of Understanding (Mou) dengan sejumlah sekolah di Jawa Tengah sejak Jumat (27/9/2024) hingga Minggu (29/9/2024.
Dalam penandatanganan MoU tersebut, CEO Parallaxnet Mazhar Dzurrani hadir langsung dan turut memberikan beberapa penjelasan terkait pentingnya pendidikan IT di era saat ini.
Sementara itu, Mokhamad Faris, Pimpinan Alfa Academy menjelaskan Parallexnet merupakan perusahaan yang bergerak dalam beberapa bidang terkait IT yang berasal dari Amerika Serikat.
Mulai dari cloud computing, cyber security, dan software engineering.
”Penting dilakukan di Indonesia karena IT sekarang yang dibutuhkan pekerjaannyaa tiga hal tersebut. OLeh karenanya, Alfa Academy menggandeng Parallaxnet untuk diperkenalkan di sekolah-sekolah, untuk MoU, dan juga kerja sama dalam memajukan anak bangsa dalam mendapat ilmu pengetahuan IT yang sama selevel dunia,” papar Faris.
Para siswa yang nantinya mengikuti pendidikan yang merupakan kerja sama antara Parallaxnet dan Alfa Academy akan diberikan sertifikat bertaraf internasional.
”Melalui Alfa Academy, seluruh sekolah bisa mendapatkan 85 persen beasiswa yang akan diberikan Parallaxnet,” imbuh Faris.
Sejauh ini, sudah ada beberapa sekolah yang telah meneken MoU terkait program tersebut.
Beberapa sekolah dari Jepara antara lain SMK Bhakti Praja Jepara dan SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang.
Lalu adapula seklah dari luar Jepara mulai dari SMK Assa`idiyah Kudus, SMK PGRI Kuwu, SMK Askhabul Kahfi Semarang, SMK Diponegoro Banyuputih, Kabupaten Batang, dan SMK Al Falah Moga, Kabupaten Pemalang.
”Yang sudah ikut itu ada banyak. Mulai dari Jepara, Kudus, Pati, Demak, Blora, Batang, Pemalang, Magelang, Brebes, Tegal, dan juga Boyolali. Jadi sekolahnya banyak tersebar di Jawa Tengah,” kata Faris.
Ia menambahkan, program ini bisa diikuti semua pihak baik siswa maupun tidak.
Bahkan, oleh sosok yang tidak memiliki background coding, maupun web. Pasalnya dalam pembelajaran yang diberikan dimulai dari basic. (rom/*)
Editor : Ali Mustofa