JEPARA - Kondisi Wisata Akar Seribu Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji saat ini memprihatinkan.
Diketahui salah satu ikon Desa Wisata Plajan tersebut sudah tak beroperasi sekitar lima tahun yang lalu.
Ketua Kelompok Pengelola Wisata Akar Seribu Ilham, menyampaikan destinasi wisata tersebut turut terkena dampak pandemi Covid-19.
Pihaknya mengatakan untuk kembali mengembangkan potensi dan jumlah kunjungan yang ada perlu bekerja sama dengan sejumlah pihak.
Sesama penggiat wisata, aktivis lingkungan, pemerintah maupun swasta.
"Hingga saat ini kami sudah mulai melakukan bersih-bersih di lokasi, membutuhkan usaha yang lebih karena objek wisata ini memiliki luas sekitar 20.000 meter persegi," ucapnya.
Ilham mengatakan sudah ada komunikasi dengan BUMDes maupun Pokdarwis setempat. Termasuk dengan beberapa pihak swasta.
"Nantinya akan dibuat kerja sama untuk penyegaran, beberapa waktu lalu juga ada tawaran dari swasta. Tapi masih kita godok," katanya.
Untuk mengembalikan eksistensi yang ada, pihaknya memulai dengan pembuatan acara di area Akar Seribu.
"Tanggal 28 nanti ada kemah komunitas pencinta alam. Intinya ada kegiatan dulu, supaya ke depan bisa eksis lagi," ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya mengaku telah menyusun rencana jangka panjang, seperti dengan rencana membuat outbound.
"Ada pihak yang punya alat, kita punya tempat. Prinsipnya kami menampung kerjasama dan kegiatan dalam bentuk apapun. Entah nanti akan ada flying fox atau tempat pelatihan kepemimpinan dasar ini belum fix," tegasnya.
Pada saat masa ramai-ramai Akar Seribu, seperti momen libur lebaran bisa menembus hingga seribu pengunjung.
"Kami baru mulai penyegaran kembali, semoga dapat menarik minat wisatawan lagi. Apalagi kini Desa Plajan digadang-gadang sebagai desa wisata berkembang," tutupnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa