Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ratu Shima, Ratu Simbol Keadilan di Jepara, Rela Potong Kaki Putranya Demi Tunjukan Keadilan

Zakarias Fariury • Jumat, 16 Agustus 2024 | 16:14 WIB
Ilustrasi Ratu Shima
Ilustrasi Ratu Shima

RADAR KUDUS - Ratu Shima adalah salah satu penguasa legendaris dari Kerajaan Kalingga, yang terletak di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.

Di bawah kepemimpinannya, kerajaan ini mencapai masa kejayaannya.

Kalingga diperkirakan berdiri sejak abad ke-6 dan berkembang pesat di bawah Ratu Shima, yang dikenal karena kepemimpinannya yang adil dan keras dalam menegakkan hukum.

Kerajaan Kalingga didirikan oleh para pelarian dari India yang menganut agama Hindu dan Buddha, dengan nama "Holing" yang berasal dari bahasa Tiongkok, merujuk pada banyaknya pendeta dari Tiongkok yang menetap di wilayah ini.

Kerajaan ini mencakup wilayah yang kini dikenal sebagai Blora, Purwodadi, Salatiga, Jepara, dan Pekalongan.

Ratu Shima, yang merupakan putri dari Prabu Wasugeni, mulai memerintah pada tahun 674 M setelah menggantikan suaminya, Prabu Kirathasingha, yang wafat.

Peta Luasan Kerajaan Kalingga di Pesisir Jawa Bagian Utara. (Gunawan Kartapranata/Wikipedia)
Peta Luasan Kerajaan Kalingga di Pesisir Jawa Bagian Utara. (Gunawan Kartapranata/Wikipedia)

Keadilan Tegas Ratu Shima dan Dampaknya bagi Masyarakat Kalingga


Ratu Shima dikenal sebagai pemimpin yang menerapkan prinsip keadilan dengan sangat tegas.

Salah satu kebijakan paling terkenal yang diterapkannya adalah hukum anti-pencurian yang keras.

Dikisahkan, untuk menguji kejujuran rakyatnya, Ratu Shima meletakkan kantong emas di tengah alun-alun kerajaan.

Selama tiga tahun, tidak ada yang berani menyentuhnya, hingga akhirnya putra mahkota menyentuh kantong tersebut dan dihukum oleh Ratu Shima.

Meskipun putra mahkota tersebut tidak dihukum mati atas permintaan Dewan Menteri, ia tetap harus menerima hukuman potong kaki karena melanggar hukum dengan menyentuh kantong emas.

Tindakan ini, meskipun terkesan kejam, memperlihatkan betapa teguhnya Ratu Shima dalam menegakkan keadilan, bahkan terhadap keluarganya sendiri.

Kepemimpinan yang adil dan tegas ini membuat masyarakat Kalingga dikenal sebagai masyarakat yang jujur dan berpegang teguh pada kebenaran.

Dinasti Ratu Shima dan Pengaruhnya pada Kerajaan Lain

Ratu Shima memiliki seorang putri bernama Parwati, yang menikah dengan putra mahkota Kerajaan Galuh, Mandiminyak.

Dari pernikahan ini, lahirlah cucu Ratu Shima, Sannaha, yang kemudian menikah dengan raja ketiga Kerajaan Galuh, Bratasenawa.

Sannaha dan Bratasenawa memiliki seorang putra bernama Sanjaya, yang kelak menjadi penerus takhta Kerajaan Kalingga Utara setelah Ratu Shima wafat.

Di bawah kepemimpinan Sanjaya, Kalingga Utara berkembang dan menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Kuno, yang dikenal dengan Dinasti Sanjaya.

Dinasti ini kemudian menjadi salah satu dinasti besar di Nusantara, yang berperan penting dalam sejarah Indonesia, terutama di Jawa Tengah.

Peninggalan Kerajaan Kalingga: Jejak Sejarah yang Tersisa

Meskipun Kerajaan Kalingga telah lama hilang, beberapa peninggalannya masih dapat ditemukan di berbagai lokasi di Jawa Tengah.

Peninggalan-peninggalan ini menjadi bukti kejayaan Kalingga pada masa lalu dan warisan budaya yang masih dihormati hingga kini. Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kalingga:

Warisan Ratu Shima dalam Budaya dan Sejarah Nusantara


Ratu Shima tidak hanya dikenang sebagai pemimpin yang adil, tetapi juga sebagai sosok yang berperan dalam pembentukan identitas budaya dan sejarah di Nusantara, khususnya di Jawa Tengah.

Melalui nilai-nilai keadilan dan kebenaran yang dia tegakkan, Ratu Shima menjadi teladan bagi para penguasa dan masyarakat di kemudian hari.

Warisan Ratu Shima masih terasa hingga saat ini, terutama dalam budaya dan tradisi di Jepara dan sekitarnya. Masyarakat setempat terus mengenang dan menghormati Ratu Shima sebagai simbol keadilan yang abadi.

Berbagai situs sejarah, monumen, dan tradisi budaya yang terkait dengan Kerajaan Kalingga dan Ratu Shima menjadi bukti nyata akan pengaruhnya yang kuat dalam sejarah Indonesia khususnya di Jepara.

Ratu Shima adalah sosok yang melampaui zamannya, meninggalkan warisan kepemimpinan yang berlandaskan keadilan dan integritas, yang terus menginspirasi hingga saat ini. (ury)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#simbol ratu shima di jepara #ratu shima #Ratu Shima Jepara #kerajaan kalingga #Peninggalan ratu shima di jepara #sejarah Ratu Shima #Peninggalan Ratu Shima #candi angin #Candi Bubrah