JEPARA - Gus Nung akhirnya meresmikan Warung Kopi Bolone Guse yang tersebar di 16 kecamatan di Jepara.
Acara peresmian ini diadakan di Jepara Kota, tepatnya di area Mantingan, di Warung Kopi Bolone Guse-Angkringan Bang Ipin pada Selasa, 30 Juli 2024 malam.
“Kegiatan ini diadakan di dekat Makam Sultan Hadirin dan Ratu Kalinyamat, juga dekat makam Sunan Jepara Raden Abdul Djalil (Sjech Siti Jenar), untuk tabarrukan dan nyuwun pangestu kepada para pendahulu dan kasepuhan,” ujar Aris, yang mengantarkan acara tersebut.
Baca Juga: Mulai Mengerucut, Bacabup dan Wacabup Jepara Wiwit-Hajar Makin Mesra, Gus Nung Gandeng Golkar
Baca Juga: UMR Jepara 2024: Kabar Baik untuk Para Pekerja!
Tujuan utama dari pendirian warung kopi ini adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Gus Nung berharap, melalui warung kopi ini, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka, yang kemudian akan dirumuskan oleh tim menjadi visi dan misi yang sesuai dengan keinginan masyarakat.
Warung Kopi Bolone Guse dibuat di setiap desa/Kelurahan sebanyak 5-7 buah, total se-kabupaten Jepara ada seribu lebih Warung Kopi Bolone Guse.
Dengan adanya warung kopi ini, diharapkan aspirasi masyarakat bisa didengar langsung dan ditindaklanjuti dengan baik.
Baca Juga: Jajaki Koalisi Songsong Pilkada Jepara 2024, Gus Nung Lamar Gerindra dan Golkar
Dalam sambutannya, Gus Nung yang didampingi bunda Hindun Anisah (istrinya) mengatakan "Seribu Warung Kopi Bolone Guse ini untuk mendengar langsung suara rakyat. Di sini, masyarakat bisa menyampaikan keluhan dan harapan mereka. Kami akan merumuskan masukan-masukan ini menjadi visi dan misi yang sesuai dengan keinginan masyarakat Jepara. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka dan tanggap."
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, guru, pengusaha, insan sepak bola, hingga para kiai yang antusias mendukung langkah Gus Nung dalam mendengarkan dan memenuhi aspirasi rakyat Jepara.
Melalui inisiatif ini, Gus Nung menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan pemerintahan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)
Editor : Noor Syafaatul Udhma