JEPARA - Tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara bersama Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mendampingi desa binaan Kecapi menuju desa zero stunting.
Program itu menyasar mitra PKK dan PKD Desa Kecapi.
Pemberdayaan ini berfokus pada peningkatan kualitas manajemen mitra dalam pendataan deteksi stunting sekaligus pencegahan dan penanganan stunting.
Baca Juga: Tim Pengabdian Masyarakat Unisnu Jepara dan Unwahas Semarang Dampingi Tata Kelola Wisata Edukatif dan Ramah Anak di Desa Semat Jepara
Diwujudkan melalui pelatihan gizi dan pendampingan variasi menu makanan dan camilan cegah stunting yang inovatif.
Tim pengabdian yang hadir dari Unisnu Joko Minardi, Hamidaturrohmah, dan Yayan Adi Saputro.
Serta dosen ahli gizi UMKU Fariza Yulia Kartika Sari serta beberapa mahasiswa.
Program ini dimulai dengan penyampaian materi edukasi peningkatan awareness stunting.
Yaitu pelatihan penggunaan aplikasi SiDia (stunting detection application) dan praktik pembuatan inovasi menu camilan dan makanan cegah stunting.
Baca Juga: Wisuda Unisnu Jepara Diikuti 425 Sarjana dan Magister, Begini Pesan Rektor
Hadir juga dalam kegiatan tersebut petinggi desa Kecapi Sukambali yang turut mendukung dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pemberdayaan desa binaan ini dengan baik.
"Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut di tahun yang akan datang agar terwujud Desa Kecapi Zero Stunting," ujar Sukambali.
Program ini merupakan Program Pengabdian dengan Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai oleh Kemendikbud Ristek Dikti Tahun 2024. (war/*)
Editor : Ali Mustofa