JEPARA - Di Jepara terdapat sebuah desa yang memiliki tingkat ketinggian tertinggi dibanding desa-desa lainnya di Jepara.
Tempat itu adalah Desa Tempur, di Kecamatan Keling.
Desa ini berada tepat di bawah Puncak 29 yang ada di Gunung Muria.
Sehingga, bagi anda yang berkunjung di desa ini, puncak yang disebut tertinggi di Gunung Muria itu akan tampak.
Jarak desa ini dari pusat Kota Jepara sekitar 50 kilometer.
Dengan perjalanan darat, jarak tempuhnya sekitar 1,5 jam.
Di desa ini, terdapat beragam hal menarik yang bisa membuat anda ingin datang lagi di desa ini.
Berikut kami sajikan fakta menarik tentang Desa Tempur.
1. Disebut "Desa Tersembunyi"
Di kalangan masyarakat, Desa Tempur juga dianggap sebagai "Desa Tersembunyi".
Itu disebabkan desa ini berada di lereng Gunung Muria, sehingga membuat desa ini dikelilingi oleh gunung di timur, selatan, utara dan barat.
Karena begitu ‘tersembunyinya’ itu, desa ini menawarkan panorama alam yang indah.
2. Jadi Produsen Kopi Khas Jepara
Mayoritas masyarakat Desa Tempur ini bekerja dalam bidang produk unggulan dari desa itu sendiri.
Salah satunya adalah kopi Tempur yang sudah sangat tersohor di Kabupaten Jepara.
Bahkan kopi ini sudah diekspor ke luar negeri.
Selain kopi, saat berada di Desa Tempur ini pengunjung juga akan disuguhi hamparan perkebunan dan pertanian hortikultura yang memberikan nuansa asri.
3. Memiliki Situs Sejarah
Selain kopi, Desa Tempur juga memiliki warisan sejarah berupa candi.
Di antaranya adalah Candi Angin dan Candi Bubrah. Kedua candi itu berada di Dukuh Duplak, dukuh tertinggi di Desa Tempur.
4. Dipercaya Berada di atas Kawah Purba Gunung Muria
Desa Tempur di Jepara juga dipercaya sebagai sebuah desa yang ada di kaldera Gunung Muria.
Kaldera adalah bekas kawah gunung berapi.
Itu lantaran pada zaman dahulu, Gunung Muria pernah berstatus sebagai gunung berapi.
Berdasarkan catatan jurnal penelitian, Gunung Muria terakhir meletus sekitar 160 tahun sebelum masehi.
5. Kaya akan Toleransi
Di Desa ini, juga juga disebut sebagai desa yang kaya akan toleransi.
Pasalnya, di Tempur berdiri sebuah masjid dan gereja yang saling berhadapan.
Ini merupakan lambang keharmonisan umat Islam dan Nasrani di desa tersebut.
Bahkan, pendiri dua tempat ibadah itu merupakan kakak beradik. (rom/khim)
Editor : Abdul Rokhim