JEPARA - Kerumunan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, di sepanjang jalan raya Gotri-Welahan pada Sabtu (20/7) malam dibubarkan.
Belasan unit sepeda motor berhasil diamankan Tim Patroli Presisi Siraju Polres Jepara.
Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan melalui Katim Patroli Presisi Siraju Ipda Hariyono menyampaikan awalnya menerima laporan dari masyarakat melalui WhatsApp Siraju di nomor 08112894040 dan Call Center Polri 110.
"Kemudian kami bersama tim langsung melakukan razia," ujar Ipda Hariyono pada Minggu (21/7).
"Kali ini 15 unit sepeda motor diamankan bersama para pelaku balap liar yang mayoritas terdiri dari anak-anak muda," imbuhnya.
Menurutnya, aksi balap liar maupun motor berknalpot brong masih jamak ditemui di wilayah Kabupaten Jepara.
"Selain mengganggu ketenangan masyarakat dan melanggar peraturan lalu lintas, balap liar juga membahayakan pengguna jalan lainnya," ujarnya.
"Apalagi saat ini tengah berlangsung Operasi Patuh Candi 2024 yang akan berakhir pada (28/7)," jelasnya.
Sebagai bentuk hukuman guna memberi efek jera, para pemilik motor diminta melepas knalpot yang tidak sesuai standar tersebut.
"Selanjutnya motor dikenakan sanksi tilang secara manual, para pelaku kami beri pembinaan. Barang bukti berupa knalpot brong juga kami sita,” tegasnya.
Kendati aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong masih sering ditemui, pihaknya pun mengaku akan terus menggencarkan razia, khususnya di daerah rawan digelar balap liar.
Atas kejadian tersebut, Hariyono mengimbau kepada masyarakat apabila didapati aksi balap liar untuk melaporkan.
Kepada para orang tua juga diharapkan dapat berperan serta dalam mengawasi anak-anaknya.
Sebab maraknya balap liar umumnya banyak dilakukan oleh anak remaja usia sekolah saat malam hari di jalan sepi.
"Sehingga diharapkan seluruh masyarakat ikut membantu upaya-upaya pencegahan. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
"Yang dapat menimpa warga lain ataupun pengendara itu sendiri, dari kecelakaan yang menyebabkan luka ringan maupun luka berat, bahkan meninggal dunia," tandasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa