JEPARA - Yayasan Pendidikan Islam Sultan Fattah Desa Sukosono, Kedung, Jepara, merayakan hari lahirnya yang ke-38.
Berbagai rangkaian acara digelar, salah satunya dimeriahkan dengan Opera Van Java berjudul Jamu Linglung.
Pagelaran itu digelar di halaman MI Sultan Fattah Minggu (14/7) malam. Drama komedi kolosal yang melibatkan pengurus yayasan, guru, alumni, dan siswa.
Gelak tawa penonton pecah saat para pemeran menampilkan drama berbalut komedi.
Di dalam pementasan juga disisipkan berbagai keunggulan lembaga Kelompok Bermain-RA Al Masyitoh, MI-MTs-MA Sultan Fattah dalam bentuk pentas seni.
Seperti menari, puisi, menyanyi, hafalan surat pendek, hingga bela diri Taekwondo.
Kemudian ditutup dengan penampilan kesenian Reog Mayong yang juga melibatkan alumni.
Ketua Panitia Abdul Hamid didampingi sekretaris A. Jamaludin menyampaikan, rangkaian acara sebelumnya dimulai dengan pawai obor Muharam.
Dilanjutkan dengan jalan sehat, bazar dan gelar karya, lomba antarsiswa, tenis meja, futsal, tahlil massal, hiburan akustik, ziarah ke makam Mbah Datuk Singaraja, santunan yayasan, dan ditutup dengan pengajian umum bersama KH Mahbub Junaidi Selasa (16/7) malam.
"Kegiatan ini kolaborasi antarlembaga, alumni, dan tentu yayasan," ujarnya.
Sementara itu Ketua Himpunan Alumni Sultan Fattah Agus Siswanto didampingi sekretaris M. Sholeh mengatakan keterlibatan alumni sebagai upaya untuk membesarkan yayasan.
Selama ini alumni hanya terhimpun di setiap angkatan.
Momentum harlah yayasan tahun ini, seluruh angkatan mulai lulusan pertama sampai tahun ini dikumpulkan dalam satu wadah organisasi Himpunan Alumni Sultan Fattah.
"Ini bakti kami kepada lembaga yang telah memberikan ilmu dan bekal hidup. Saatnya para alumni berkontribusi. Tak hanya berhenti di sini ke depan dalam berbagai bentuk kontribusi akan kami upayakan," katanya.
Ketua Yayasan Sultan Fattah Mashudi mengapresiasi rangkaian acara harlah yayasan sangat meriah.
Berbagai kegiatan berjalan dengan baik. Semua unsur terlibat untuk mensukseskan harlah yayasan.
Ia berharap gotong royong dan guyub rukun itu juga diimplementasikan dalam pengelolaan yayasan.
"Semuanya terlibat masyarakat, alumni, dan lembaga guyub. Bersatu membesarkan yayasan," tandasnya. (war/*)
Editor : Ali Mustofa