Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! 2 Ribu Bansos di Jepara Gagal Tersalurkan, Begini Kata Dinas Sosial

Moh. Nur Syahri Muharrom • Senin, 15 Juli 2024 | 01:39 WIB

KEMBALI KE NEGARA: Sejumlah warga dilayani petugas Pos Indonesia saat mencairkan bantuan sosial belum lama ini.
KEMBALI KE NEGARA: Sejumlah warga dilayani petugas Pos Indonesia saat mencairkan bantuan sosial belum lama ini.


JEPARA – Penyaluran bantuan sosial untuk keluarga penerima manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk triwulan kedua tahun ini baru saja rampung.

Dari seluruh paket bantuan yang semestinya disalurkan untuk penerima, rupanya ada sekitar 2 ribu paket yang gagal tersalurkan.

Hal itu disebabkan karena beberapa faktor. Akibatnya paket bantuan tersebut dikembalikan ke kas negara.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Manusia dan Desa (Dinsospermades) Jepara Edy Marwoto melalui Kabid Pemberdayaan Sosial Fakir Miskin Isdiyanto Koesworo merinci, pada triwulan kedua tahun ini, bantuan semestinya disalurkan untuk 121.942 KPM.

Hanya saja, yang tersalurkan sebanyak 119.859 paket. Sebanyak 2.084 paket bantuan lainnya ternyata gagal tersalur.

”Alasannya ada macam-macam. Ada yang meninggal, ada yang alamatnya tidak ditemukan. Pindah misalnya. Belum mengambil juga ada. Mungkin mampu juga. macam-macam,” terang sosok yang akrab disapa Anto tersebut.

Ia mengakui, data terkait penyaluran bantuan sosial tersebut datang dari Pusat. Bantuan tersebut selanjutnya langsung disalurkan oleh Pos Indonesia.

Untuk saat ini, sudah memasuki penyaluran di triwulan kedua. Bantuan tersebut mengakomodir penerima selama tiga bulan. Dimulai sejak April hingga Juni.

”Penyaluran sudah 2 triwulan. Triwulan 1 Januari hingga Maret. Triwulan 2 kan April hingga Juni. Kami dapat laporan realisasi itu dari pihak Pos Indonesia. Untuk yang gagal bayar, sudah ada SPJM dari desa, sehingga dananya harus kembali ke kas negara,” jelas Anto.

Anto menambahkan, di triwulan kedua ini, dari seluruh penerima bantuan, bantuan ada yang disalurkan untuk KPM yang terdaftar dalam PKH dan BPNT sebanyak 46.498 paket.

Bantuan yang berhasil tersalur sebanyak 45.845 paket. Sisanya, 653 paket gagal tersalurkan.

Lalu untuk KPM PKH saja, ada 6.238. Bantuan yang tersalur sebanyak 5.844 paket.

Sisanya, 395 paket gagal disalurkan.

Dan kategori penerima terakhir adalah KPM penerima BPNT ada 69.206 KPM.

Hingga saat ini ada 68.170 paket bantuan yang tersalurkan. Sisanya, 1.036 paket gagal tersalurkan.

Dalam penyaluran bansos KPM program PKH dan BPNT memang skemanya yang diterapkan seperti itu.

Bantuan tersebut juga tidak bisa disalurkan untuk penyaluran kali ini.

Berbeda dengan dengan paket bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), di mana saat calon penerima tidak ditemukan, bisa dialihkan ke penerima lain yang berhak. (rom/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#jepara #Gagal tersalur #bantuan sosial #bpnt #bansos #dinas sosial