JEPARA – Kapal motor (KM) Soneta asal Kabupaten Rembang dilaporkan tenggelam pada Kamis, 11 Juli 2024 sekitar pukul 13.00 di perairan Karimunjawa.
Hingga saat ini, operasi SAR baru menemukan sepuluh korban dari total 16 anak buah kapal (ABK).
Semua ABK itu, berasal dari Kabupaten Rembang. Meliputi, Sutadi, Khamim, Darkim, Kasmun, Nur Cholis, Nur Rawawi, Sarju, Supono, Sumardi, Sunardi, Sulaimin, Andik, Derman, Jaidi, Muntari, dan Damuri.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menyampaikan, awalnya KM Soneta berangkat dari Pelabuhan Tasik Agung Rembang dengan tujuan Laut Jawa pada Sabtu (6/7) untuk mencari ikan.
Saat berada di Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, pada Kamis (11/7) kapal ini, diduga karena terkena hantun ombak.
Kemudian tenggelam pada koordinat 5°51'00.0"S 110°41'00.0"E. Menuju 13.53°. Dari kantor SAR Semarang dengan jarak lurus 66.28 NM.
Baca Juga: Angkutan 16 ABK, Kapal KM Soneta Asal Rembang Tenggelam di Perairan Karimunjawa
Atas kejadian ini, dilakukan operasi SAR gabungan dari SAR Semarang atau KN Sadewa dengan menerjunkan 20 personel, Stasiun Radio Pantai (SROP) Semarang tiga personel, SROP Rembang dua personel, SROP Jepara dua personel, serta SROP Karimun dua personel.
Harpodo, nakhoda KN Sadewa -kapal evakuator SAR Semarang- menjelaskan, sepuluh di antaranya telah berhasil diselamatkan.
Tujuh ABK diselamatkan oleh kapal dari Kabupaten Tegal. Lalu tiga ABK lain yang diselamatkan perahu jaring asal Kabupaten Indramayu.
”Saat ini semuanya tengah membawa kapal menuju Tegal. Nanti dari pihak keluarga akan menjemput di sana (Tegal, Red)," tuturnya.
Korban yang diselamatkan dikabarkan akan tiba di Tegal pada dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Dia menjelaskan, dari pagi sampai sore kemarin telah dilakukan penyeleksian minimal tiga poin. Meliputi, sekitar Kepulauan Genting, Sambangan, dan Seruni.
”Karena belum menemukan korban lagi, kami putuskan untuk sandar di Karimunjawa. Sembari mencukupi kebutuhan logistik serta istirahat," jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan melanjutkan proses pencarian pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB.
"Semoga cuaca mendukung, karena biasanya masa angin timur bertiup ini menimbulkan gelombang ombak tinggi," harapnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.
Sementara itu, pemilik KM Soneta Muhammad Sujadi mengatakan, pihaknya bersama perwakilan keluarga dan masyarakat saat dihubungi wartawan kemarin (12/7) pukul 15.30, sedang berangkat menuju ke Tegal untuk menjemput korban.
"Kami terus melakukan komunikasi dengan Basarnas," tandasnya. (fik/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma