Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

POTRET Tradisi Sepakbola Api di Pakisaji Jepara yang Maknai Kekompakan Melawan Emosi

Moh. Nur Syahri Muharrom • Kamis, 27 Juni 2024 | 16:48 WIB
MERIAH: Peserta saling berebut bola yang terbakar api dalam kegiatan sepakbola api di momentum sedekah bumi Desa Kawak.
MERIAH: Peserta saling berebut bola yang terbakar api dalam kegiatan sepakbola api di momentum sedekah bumi Desa Kawak.

JEPARA — Masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji menggelar sepak bola api dan perang api pada Selasa (25/6) malam itu sebagai salah satu rangkaian sedekah bumi di desa tersebut.

Bagi masyarakat Kawak, sepak bola api itu dimaknai sebagai wujud kekompakan dalam memerangi hawa amarah dan emosional.

Sepakbola api ini diikuti para pemuda Desa Kawak.

Mereka terbagi dalam dua tim yang berusaha saling memasukkan bola yang berkobar api ke masing-masing gawang lawan.

Lewat sepak bola api tersebut, tujuannya mempersatukan trisula api kemakmuran demi kemajuan desa.

”Jadi untuk menguri-uri budaya yang ada di Desa Kawak. Dan dimaknai untuk bisa menahan amarah, hawa nafsu, hawa angkara agar bisa mencapai kejayaan dan dan kemakmuran,” terang Kepala Desa Kawak, Eko Heri Purwanto.

Pagelaran sepak bola api itu tidak hanya jadi daya tarik bagi warga Kawak, tetapi tradisi dan ritual ini selalu menjadi magnet ratusan warga daerah lain untuk berbondong menyaksikan budaya unik sepakbola api.

Untuk sepak bola api dilaksanakan rutin saat sedekah bumi Desa Kawak berlangsung tiap setahun sekali pada Selasa Pon malam Rabu Wage.

Sebelum mulai dilaksanakan kegiatan sepakbolanya, terlebih dahulu dilakukan beberapa ritual adat.

Agar dalam pelaksanaannya diberi keselamatan dan kelancaran bagi para pesertanya.

Para peserta sepak bola api juga sebelum bertanding dilumuri minyak khusus agar saat bermain tidak merasakan panas.

Usai itu, kegiatan ditutup dengan perang api yang diikuti para pemuda Desa Kawak.

Kegiatan tersebut memang masuk dalam rangkaian sedekah bumi Desa Kawak.

Puncak sedekah bumi di desa tersebut akan diselenggarakan Festival Jondang.

Tahun ini, rencananya kegiatan itu akan digelar pada Kamis (27/6) ini. (rom/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#jepara #sedekah bumi #perang api #Sepakbola api #desa kawak