JEPARA — Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Jepara dibuka pada Senin (25/6).
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, sejumlah orang tua murid berusaha datang ke sejumlah sekolah untuk memverifikasi dokumen.
Bahkan, tak jarang mereka rela meninggalkan pekerjaan demi keberlanjutan study buah hatinya.
Hal itu dilakukan untuk mencocokkan dokumen yang diunggah dengan yang asli.
Dalam proses verifikasi tersebut, calon peserta didik harus datang ke SMP terdekat untuk mencocokkan dokumen yang diunggah dengan dokumen asli.
Itu dilakukan untuk mengantisipasi dokumen palsu. Demi melakukan itu, ada yang rela datang usai subuh.
Itu terjadi di SMPN 2 Jepara. Dari keterangan Kepala SMPN 2 Jepara Fatkhurrohman, sejak pukul 05.30 WIB, sejumlah orang tua siswa telah ramai mengantre untuk memverifikasi tersebut. Padahal, layanan verifikasi itu baru dibuka sekitar pukul 07.30 WIB.
”Mereka ini mau verifikasi,” katanya.
Dalam sehari, kemampuan sekolahnya untuk memverifikasi itu hanya sekitar 105 orang.i
Pihaknya pun harus membuka pelayanan lebih awal sekitar pukul 07.00 WIB.
Itu lantaran antusiasme para orang tua siswa yang ingin memverifikasi dokumen sekaligus mendaftarkan siswanya di SMPN 2 Jepara.
”Antrean tadi sebenarnya hanya dibuka hingga 75. Awalnya diperkirakan hingga pukul 12.00 WIB. Kalau nanti sudah selesai, dibuka lagi. Ternyata jam 11.00 WIB sudah selesai. Sehingga dibuka antrean lagi 75 lagi. Namun yang bisa terlayani mungkin hanya 35. Yang 40 mungkin pada Selasa (25/6). Itu saya minta sudah habis lagi,” papar Fatkhurrohman.
Pihaknya sebenarnya telah menyarankan kepada wali murid, bahwa proses verifikasi dokumen itu sebenarnya bisa dilakukan di SMP negeri manapun.
Terutama yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Namun rupanya mereka tetap keukeuh di SMPN 2 Jepara.
Alasannya, mereka ingin sekalian mendaftarkan siswanya di SMPN 2 Jepara.
Proses verifikasi faktual itu memang diterapkan dalam PPDB SMP tahun ini.
Sehingga, calon peserta didik itu harus datang ke SMP terdekat sembari membawa dokumen asli yang sama dengan yang diunggah dalam akun PPDB.
Menurut Fatkhurrohman, itu untuk menghindari pemalsuan dokumen yang bisa saja dilakukan para calon peserta didik.
Dengan begitu, usai verifikasi faktual itu, calon peserta didik bisa pulang kembali ke rumah.
Dan langsung memilih calon sekolahnya sesuai kriteria yang pas dengannya.
Bisa melalui jalur prestasi, zonasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua.
Di antara salah satu orang tua yang rela bolak balik ke sekolahan itu adalah Andriyanto, warga Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara.
Ia datang ke SMPN 2 Jepara untuk memverifikasi dokumen pada pukul 08.30 WIB. Namun sayang, nomor antreannya saat itu habis. Lalu ia datang lagi sekitar pukul 11.00 WIB. Namun antreannya lagi-lagi habis.
Ia baru mendapatkan nomor antrean sekitar pukul 12.30 WIB. Itupun nomor 122, dengan waktu verifikasi baru bisa dilaksanakan hari ini.
”Rencananya memang mau mendaftarkan anak di SMP N 2 Jepara,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Ali Hidayat melalui Kabid SMP Ahmad Nurrofiq menjelaskan, proses verifikasi dokumen itu sejatinya bisa dilaksanakan di SMP manapun.
Meskipun nantinya calon peserta didik itu tak sekolah di sana, SMP negeri itu tetap bisa memverifikasi dokumen calon siswa tersebut.
”Misalnya seorang siswa hendak mendaftar di SMP N 1 Jepara dengan jalur prestasi, sementara dia rumahnya Bangsri, maka tidak perlu datang ke Kota. Cukup datang ke SMP yang di Bangsri untuk verifikasi di sana,” papar Rofiq.
Itu menurutnya untuk memberi kemudahan dalam PPDB SMP kali ini. Dalam PPDB hari pertama kemarin, menurutnya relatif lancar.
Hanya terdapat beberapa kesalahan terkait kesalahan titik koordinat siswa yang hendak mendaftar lewat jalur zonasi. Beberapa di antaranya ada yang titik koordinatnya di Samudra Atlantik. (Rom/war)
Editor : Abdul Rokhim