JEPARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) pada Kamis (13/6) di Gedung Shima kompleks Setda.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, Hartanto menyampaikan sampai dengan tahun 2023, SLCN terselenggara di 203 titik di berbagai provinsi dengan jumlah peserta sudah mencapai sekitar 15.038 penerima manfaat.
"Tahun 2024 ini akan dilaksanakan di 39 lokasi yang direncanakan dengan target peserta kurang lebih 3900 peserta. Jepara menjadi salah satu yang mendapat kesempatan," ujarnya.
Kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi iklim yang ada serta mengawali penyampaian informasi seputar perubahan-perubahan iklim yang terjadi.
"Selanjutnya akan didampingi oleh BMKG dalam kaitannya mengenai informasi cuaca yang dibutuhkan, supaya dapat diperkirakan kapan waktu yang tepat untuk melaut," ujarnya.
Dengan data-data yang diberikan oleh BMKG seperti yang ada di Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), diharapkan nelayan-nelayan dapat mengetahui informasi cuaca maritim dengan lebih baik.
"INAWIS menjadi sistem yang dibangun dan dikembangkan oleh BMKG yang tak hanya memberikan infromasi peringatan dini cuaca maritim untuk nelayan yang bertujuan meningkatkan keselamatan nelayan," ujarnya.
"Namun dapat mengetahui informasi wilayah tangkapan yang berpotensi besar adanya ikan yang bertujuan untuk membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan," jelasnya.
Baca Juga: Jarang Orang Tahu! Inilah Empat Langkah Mengenal Diri Sendiri yang Perlu Diamalkan
"Tak hanya di darat, perubahan iklim pun terjadi di perairan. Sehingga dari penyampaian yang ada para nelayan dapat melakukan aktivitas dengan bekal informasi yang akurat. Semoga dapat selamat dan mendapatkan hasil yang melimpah," imbuhnya.
Staf Ahli Bidang Pembangunan, Masyarakat dan SDM, Rini Padmini menyebut kearifan lokal perlu dipadukan kondisi iklim yang tengah terjadi mengacu terhadap perkembangan teknologi.
"Pranoto mongso berubah-ubah. Dengan adanya kegiatan ini semoga masyarakat di Jepara dapat lebih memahami potensi dan risiko yang ada. Dengan harapan dapat sejahtera melalui tangkapan," pungkasnya. (fik)
Editor : Ali Mustofa