JEPARA - Sebanyak tujuh partai di Jepara sepakat menjalin kerja sama politik untuk menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara mendatang.
Sebelum ketujuh partai itu memutuskan kerja sama, semua yang hadir sempat menggelar rapat lebih dari dua jam.
Selama pembahasan tersebut berlangsung tertutup. Baru setelah keputusan final, mereka sepakat untuk mengumumkan kerja sama politik tersebut.
Ketujuh partai tersebut adalah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan PKS. Kesepakatan kerja sama itu diteken di sebuah rumah makan di Kota Jepara kemarin malam (9/6).
Masing-masing partai yang sepakat bekerja sama tersebut dihadiri langsung oleh para petingginya.
Mulai dari Ketua PDIP Jepara Andang Wahyu, Ketua Golkar Jepara Ahmad Faozi, Ketua PAN Jepara Bambang Harsono, Ketua Gerindra Jepara Arizal Wahyu Hidayat, Ketua Demokrat Jepara M. Latifun, Ketua Nasdem Jepara Pratikno, dan Ketua Bapilu PKS Jepara Chairul Anwar.
Inisiator kerja sama tersebut datang dari Partai Demokrat. Ketua Demokrat Jepara M. Latifun menjelaskan, kerja sama itu memang diperlukan saat ini untuk membangun Jepara ke depannya.
”Membangun Jepara tidak bisa sendiri. Dan juga harus melibatkan banyak unsur elemen masyarakat. Salah satunya partai politik,” paparnya.
Alasan itulah akhirnya ia berembuk dengan para perwakilan partai di Jepara khususnya yang ada di DPRD Jepara agar memikirkan beragam hal di Jepara ke depannya.
”Sehingga kerja sama ini bagian dari jawaban dari itu,” katanya.
Sementara itu Koordinator kerja sama politik antar partai tersebut yakni Ketua DPD Nasdem Jepara Pratikno menambahkan, kerja sama itu dilakukan demi menjaga kondusivitas Kabupaten Jepara.
Lewat kerja sama itu pula diharapkan bisa membawa Jepara menuju masa depan yang lebih maju.
Saat ini, di DPRD Jepara terdapat 9 partai yang memiliki wakil di DPRD Jepara.
Tujuh partai telah menjalin kerja sama, tersisa 2 partai lagi yang belum bergabung. Yaitu PKB dan PPP.
Atas itu. ia mengaku kerja sama itu masih belum final secara keseluruhan.
Sebab itu masih perlu melakukan komunikasi partai politik lanjutan. Sehingga, nantinya tidak menutup kemungkinan ada partai lain yang akan bergabung.
”Komunikasi terus berjalan. Sehingga tidak hanya di tujuh partai ini saja,” tegas Pratikno.
Ia menambahkan, kerja sama itu dibentuk untuk Pilkada Jepara. Lewat kerja sama itu, diharapkan juga bisa memunculkan sosok yang bisa diusung.
Dalam pembahasan tertutup, ia mengakui salah satu nama yang dimunculkan adalah sosok Witiarso Utomo atau Mas Wiwit, sementara wakilnya masih dinamis.
Diketahui, dari ketujuh partai tersebut baru dua partai yang telah mengeluarkan rekomendasi pengusungan bakal calon bupati Jepara.
Yakni Nasdem dan PAN yang merekomendasikan Witiarso Utomo sebagai bacabup.
”Pada prinsipnya ada kesamaan pandang. Kami menghormati mekanisme partai. Karena sampai sekarang ada yang sudah keluar rekom, ada yang masih berproses," ujarnya.
"Pertemuan ini justru untuk jadi pertimbangan DPP bahwa di Jepara sudah ada kesamaan pandang, kerja sama partai-partai politik,” papar Pratikno.
Dari tujuh parta di Jepara yang menyatakan sikap untuk bertekad kerja sama, adalah PDIP.
Usai pertemuan tujuh partai itu, Ketua DPC PDIP Jepara Andang Wahyu T. menegaskan pertemuan itu dalam rangka persamaan visi dan dan pandangan untuk membangun kerja sama politik.
Sehingga, sejauh ini belum ada nama yang dimunculkan dalam pertemuan kemarin malam (9/6).
Partainya belum memutuskan akan memberikan rekomendasi kepada siapa untuk bisa diusung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jepara mendatang.
Sehingga, Andang menegaskan untuk saat ini masih tegak lurus dengan partai.
”Hasil hari ini (kemarin malam, Red) tidak ada muncul nama. Kami tidak memunculkan nama. Jadi yang dibangun malam itu, kami bersepakat dulu. Kami satu sepemikiran. Apa yang mau kami cari untuk Jepara ini,” kata Andang.
Menurutnya, partai politik itu merupakan sebagai organisasi yang berkompeten dalam perhelatan Pemilu.
Sehingga, harus memiliki pemikiran yang sama. Sebab itu penting saat ini agar antar partai politik untuk membangun pemikiran yang sama terlebih dahulu.
”Ketika tujuannya sama, maka platformnya dari awal juga harus sama. Itu dahulu,” tegas Andang.
Sebab itu, pihaknya mendorong agar pertemuan yang telah terjadi kemarin malam bukan yang terakhir.
Meskipun dalam pertemuan itu terdapat kesepakatan antar partai untuk saling kerja sama.
Ia ingin partai lain yang belum hadir malam itu diajak agar bisa saling menyatukan pikiran.
”Masih ada waktu. Kalau semua sepakat, apa yang jadi tujuan kita, kami berharapnya kerja sama ini baik. Ini tidak mesti mengerucut satu pasangan kemudian tidak ada yang lain," ujarnya.
"Tetapi kalau ada dua pasangan, tapi platformnya harus betul-betul tujuannya sama. Karena itu jadi dasar kerja sama,” tandas Andang. (rom/zen)
Editor : Ali Mustofa