JEPARA – Desa Sejahtera Astra (DSA) Kabupaten Jepara me-launching tiga kluster di sektor perikanan demi kesejahteraan masyarakat perikanan Senin (3/6) di Aula Dinas Perikanan Jepara.
Tiga kluster tersebut yaitu kluster pembudidaya rumput Laut, kluster nelayan, serta Kluster pengolah dan pemasar hasil perikanan.
Dalam launching itu dihadiri oleh para stakeholder.
Mulai dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara, Dinas Perikanan.
Serta Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmankertrans) Jepara, serta pelaku usaha perikanan. Selain itu juga perwakilan desa dan kecamatan terkait.
Kepala BBPBAP Jepara Supito berharap Program DSA dilaksanakan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap keberdayaan masyarakat perikanan di Jepara.
Ia menjelaskan, DSA Kabupaten Jepara akan berfokus pada hilirisasi produk hasil tangkapan para nelayan dan pembudidaya.
Hilirisasi tidak hanya memberikan nilai tambah sebuah produk, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dan menciptakan kesempatan kerja.
Sementara itu Fasilitator DSA Kabupaten Jepara Rica Dwi Cahyanti menjelaskan, saat ini ada 13 desa di Kabupaten Jepara yang mengikuti Program DSA.
Di ataranya Desa Mulyoharjo, Desa Karimunjawa, Desa Kemujan, Desa Senenan, Desa Tahunan, Desa Kecapi, Desa Bondo Desa Ujungbatu, Desa Tempur, Desa Pecangaan Wetan, Desa Pecangaan Kulon, Desa Troso, dan Desa Nalumsari.
Saat ini ada 8 Desa yang tergabung didalam binaan sektor perikanan. Sedangkan 5 Desa lainnya masuk kedalam binaan sektor pariwisata dan kriya.
Untuk sektor perikanan sendiri melibatkan 3 kelompok usaha bersama (KUB) Nelayan, 6 kelompok pembudidaya (Pokdakan) rumput laut, dan 7 kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar).
”Kami berupaya mewujudkan pembangunan desa berkelanjutan dengan senantiasa mengedepankan potensi dan kearifan lokal masyarakat,” ungkap Rica Dwi Cahyanti. (rom/*)
Editor : Ali Mustofa