JEPARA — Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah mobil boks Daihatsu Zebra bernopol B 9597 QJ terjadi di Desa Troso, Pecangaan, pada Rabu (29/5) sekitar pukul 05.00 WIB.
Mobil yang dikemudikan W, 61, warga Desa Pancur, Mayong, dan mengangkut 13 orang termasuk sopir itu, terjun bebas ke sungai dengan kedalaman sekitar 5 meter. Sejumlah penumpang mengalami luka ringan hingga ada yang mengalami patah tulang.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus sekitar pukul 07.00 WIB, bangkai mobil itu masih berada di dasar sungai. Tepat di bawah jembatan.
Kondisinya sebagian besar ringsek. Di lokasi tersebut, ramai dikerubungi warga yang menonton kondisi mobil yang terperosok ke sungai itu.
Beberapa petugas kepolisian tampak beberapa kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga di saat itu kendaraan derek juga disiapkan untuk mengevakuasi bangkai mobil boks tersebut.
Joko Santoso, salah satu saksi mata yang rumahnya tak jauh dari lokasi menjelaskan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 05.00. Penyebab mobil tersebut, bisa terjun ke sungai tidak ada yang tahu.
”Tiba-tiba saja terdengar suara bruaaak… gitu. Lalu ada suara teriakan orang minta tolong,” katanya.
Mendengar itu, ia bersama beberapa warga lain langsung mendatangi lokasi. Betapa terkejutnya, dia saat mengetahui bahwa ada mobil boks telah terjun ke sungai dekat rumahnya itu.
Mirisnya, selain di bagian kabin mobil, di dalam boks itu juga rupanya berisi manusia. Ia dan para warga langsung bergegas untuk menyelamatkan para penumpang mobil itu.
Dari keterangan yang didapat Joko dari para korban, mereka semua merupakan warga Desa Pancur, Mayong.
Pagi itu, mereka hendak berangkat ke Kecamatan Kedung untuk bekerja sebagai buruh tani.
”Wong arep tandur. Mereka di dalam boks. Ada beberapa yang patah tulang, yang lain luka-luka ringan,” papar Joko.
Dari data yang diperoleh dari Satlantas Polres Jepara, mobil boks Daihatsu Zebra bernopol B 9597 itu, sebenarnya datang dari arah Jepara menuju Kudus melalui jalan nasional di Desa Ngabul, Tahunan, dengan kecepatan sedang. Saat sampai di pertigaan depan kantor Dinas Perhubungan Jepara, mobil itu berniat berbelok ke kanan menuju arah Desa Troso, Pecangaan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Vario bernopol K 3938 KV yang dikendarai M, 41, warga Desa Pecangaan Wetan, Pecangaan, dengan kecepatan sedang.
Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Setelah terlibat kecelakaan itu, pengemudi meninggalkan lokasi kejadian dengan kecapatan tinggi.
Saat sampai di jembatan Gang Strekan, Desa Troso, mobil boks itu hilang kendali. Akhirnya terjun ke sungai usai menabrak pembatas jembatan.
Di dalam mobil itu, di kabin depan duduk dua orang. Mereka W sebagai pengemudi dan Yuliatun, 60, penumpang. Di dalam boks terdapat Masnah, 60; Masni, 60; Masrikah, 60; Siti Fatimah, 70; Nafiah, 70; Jasudi, 45; Ahmad Saiful Huda, 52; Sri Rukati, 50; Sunarti, 56; dan Tuminah, 50.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor yang sempat bertabrakan dengan mobil boks itu, mengalami patah tulang kaki.
Sedangkan penumpang mobil boks, empat orang mengalami patah tulang.
Sementara sisanya mengalami luka ringan dan sesak nafas. Para korban tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.
Kepala Satlantas Polres Jepara AKP Dionisus Yudi Cristiano mengatakan, semua korban selamat meski beberapa mengalami luka-luka. Terkait tindaklanjut kepolisian saat ini, pihaknya masih menanti kondisi pengemudi fit untuk dimintai keterangan.
”Pengemudi juga masih dirawat, kami menunggu sampai kondisi fisiknya memungkinkan untuk dimintai keterangan. Untuk kronologi nunggu interogasi. Untuk tindak lanjut, tentunya ini kami buatkan LP (laporan) sebagai dasar kami minta keterangan. Apabila memang ada kelalalain, akan kami terapkan pasal sesuai dengan kesalahan,” paparnya. (rom/lin)
Editor : Abdul Rokhim