JEPARA – Salah satu bakal calon bupati (bacabup) Jepara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jepara Nurrudin Amin mengaku sementara ini menyerahkan bakal calon wakil bupatinya ke partai koalisi.
Hasil pilkada kemarin kursi PKB di Jepara tujuh. Agar bisa usung calon bupati, partai besutan Cak Imin itu butuh tambahan tiga kursi.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus ini, sekitar 12 orang telah mendaftarkan diri di penjaringan bacabup oleh DPC PKB Jepara.
Selain Gus Nung –sapaan akrab Nurrudin Amin- ada Witiarso Utomo atau Mas Wiwit, Farisal Adib (pengusaha), H. Anas Arba’ani (pengusaha), Ahmad Mudofar (tokoh agama), Dwi Surjatmojo (TNI), dan Luluk Agus Yulianto (ASN).
Kemudian di posisi bacawabup yaitu Hindun Anisah (Stafsus Menaker RI). Tak lain adalah istri dari Gus Nung.
Kemudian M. Ibnu Hajar (anggota DPRD Jepara/ putra mantan bupati Marzuqi), M. Zaenal Afrodi (pengusaha), dan Edi Khumaidi (petinggi/kepala desa/ketua Abdesi).
PKB mengincar posisi kursi bupati. Sementara calon wakilnya menurut Gus Nung diserahkan ke partai koalisi.
”Saat ini masih belum berani menentukan wakilnya siapa. Karena pertama harus membangun koalisinya dahulu.
Sehingga nanti koalisi yang akan berembukan. Siapa pengisi kursi K1, K2 siapa. PKB masih terbuka,” tegas Gus Nung.
Di sisi lain, terbentuknya koalisi antar partai itu menurutnya juga tak lepas dari sosok calon bupati dan wakil bupati yang dimunculkan.
”Ini masih dalam proses penggodokan. Sehingga saat ini PKB masih sangat terbuka. Nanti kalau formasi K1 maupun K2 siapa yang akan mucul, baru akan didiskusikan bersama partai lain,” tandas Gus Nung.
Diketahui, dalam Pemilu Februari lalu, PKB Jepara mampu menambah perolehan kursinya di DPRD Jepara dari semula enam kursi menjadi tujuh kursi.
Namun, jumlah tersebut masih belum cukup untuk bisa mengusung calon sendiri dalam Pilkada November mendatang.
Paling tidak dibutuhkan 10 kursi agar bisa mengusung calon.
Gus Nung menjelaskan, sebelumnya pihaknya memang telah menggelar pertemuan dengan sejumlah partai politik lain di Jepara. Di antaranya ada PPP dan Gerindra.
Pertemuan tersebut telah dilaksanakan bulan lalu, bahkan membuahkan kesepakatan untuk membentuk embrio koalisi.
”Namun tentunya perlu konsultasi dengan DPP,” kata sosok yang akrab disapa Gus Nung tersebut.
Ia menegaskan, komunikasi politik itu tak hanya dilakukan di dua partai itu saja. Namun juga beberapa partai lain. Antara lain PDIP dan Golkar.
”Mulai bangun koalisi, sudah beberapa kali komunikasi dengan PPP, PDI P, Gerindra, Golkar. Semua diajak diskusi. Mana kira-kira yang bisa mencapai titik temu untuk berkoalisi,” imbuh Gus Nung.
Sementara saat ditanya terkait kansnya maju dalam Pilkada mendatang sebagai calon bupati, menurutnya yang utama saat ini adalah mencari koalisi yang pas dahulu.
Bila dalam koalisi itu PKB diberi wewenang untuk menentukan calon bupati, maka kemungkinan besar ia yang akan maju.
”Kalau masyarakat Jepara menghendaki saya maju dan partai mengutus saya, tentu saya siap,” tegas Gus Nung. (rom/zen)
Editor : Ali Mustofa