JEPARA – Umat Tionghoa dari sejumlah daerah di Indonesia akan berkumpul di Kelenteng Welahan pada hari Minggu mendatang (12 Mei 2024).
Umat Tionghoa akan melakukan kirab mengembalikan patung dewa ke Kelenteng asal.
Ritual itu telah dilakukan beberapa kali dan menjadi tradisi tahunan.
Sebelumnya, kirab pertama dilaksanakan memutar dari Klenteng Hian Thian Siang Tee menuju klenteng sebelahnya, Klenteng Hok Tek Bio pada 9 April lalu sebelum lebaran.
Ketika itu, ribuan jemaat Tionghoa hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari sekitar Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, hingga Padang Sumatera Barat.
Total ada 21 klenteng yang hadir mengikuti kirab kongco.
Suwoto, pengurus klenteng Welahan mengatakan kirab yang terselenggara nanti adalah kirab pengembalian dewa ke klenteng asal.
Kirab yang dinamakan kirab Hwee-Tian ini juga memiliki rangkaian kegiatan perayaan yang disuguhkan kepada masyarakat.
Baca Juga: Ada Masalah Apa Sih, Panitia Pencatatan Rekor MURI Pindang Serani di Jepara Tiba-tiba Minta Maaf
Seperti Hiburan Musik Yang Giem hingga pertunjukan wayang potehi semalam suntuk pada Sabtu (11/5) mulai pukul 7 malam hingga 3 pagi.
Lalu pada hari Minggu (12/5) kirab akan terlaksana dimulai dari Pertunjukan Liong, Barongsai, dan Gedawangan pukul 8 pagi. Dilanjut dengan kirab Hwee Tian.
“Kirab Hwee Tian ini mengembalikan patung dewa setelah diarak dari Hiang Thian Siang Tee ke Hok Tek Bio. Besok dikembalikan lagi dari Hok Tek Bio ke Hian Thian Siang Tee,” jelas Suwoto.
Setelah itu, kirab selesai, dilanjut dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk di klenteng Hok Tek Bio dan klenteng Hian Thian Siang Tee.
Kirab klenteng ini biasa diramaikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat antusias menonton dan membuat sekitar klenteng dipadati pengunjung.
“Yang datang kemungkinan ribuan, ramai seperti biasa,” jelasnya. (nib/zen)
Editor : Ali Mustofa