Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kondang, Tiga Tokoh Perempuan Asal Jepara Diakui Dunia, Siapa Saja Mereka?

Nibros Hassani • Kamis, 25 April 2024 | 02:51 WIB
KUPAS TUNTAS: Dari kiri narasumber seminar Digdaya Trisekti Jepara Dr. Siti Maziyah, Dr. Irwansyah, bersama Kepala Disparbud Jepara Moh Eko Udyyono, dan Susi Ernawati Susindra dalam pembahasan ketokoh
KUPAS TUNTAS: Dari kiri narasumber seminar Digdaya Trisekti Jepara Dr. Siti Maziyah, Dr. Irwansyah, bersama Kepala Disparbud Jepara Moh Eko Udyyono, dan Susi Ernawati Susindra dalam pembahasan ketokoh

JEPARA — Masih dalam perayaan Hari Kartini, pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar seminar peran Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini.

Dalam seminar disampaikan peran ketiga tokoh asli Jepara itu terbukti tak hanya di kancah regional namun juga kondang di mata dunia.

Kegiatan ini berlangsung dalam Seminar “Digdaya Trisekti Jepara” yang terlaksana online melalui live Youtube dan offline di Museum Kartini (23/4).

Hadir sebagai narasumber Dr.Siti Maziyah yang membahas sejarah Ratu Shima, Dr. Irwansyah yang membahas Spirit Perempuan Jepara untuk Dunia, serta Susi Ernawati Susindra yang membahas Manifestasi Pemikiran Kartini untuk Masa Kini.

Kepala Disparbud Jepara Moh Eko Udyyono mengungkapkan kegiatan seminar ini masih merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan Hari Kartini di Jepara yang sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, Irwansyah sebagai perwakilan dari tim peneliti Yayasan Dharma Bakti Lestari dalam seminar mengatakan Jepara sangat memilki potensi yang kaitannya dengan spirit perempuan.

Apalagi dengan adanya tiga tokoh hebat yang juga asli dari Jepara: Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini.

Penobatan Ratu Kalinyamat sebagai tokoh pahlawan nasional baru-baru ini juga dinilai menjadi bukti bahwa Jepara memiliki tokoh yang bukan kaleng-kaleng.

“Dari tokoh itu kita belajar mengenai pengetahuan, kecerdasan, kepemimpinan, prestasi, serta performa yang khas dan unik. Hal ini juga membuktikan bahwa kehadiran perempuan bisa menghadirkan karya yang global melalui Pendidikan," ujarnya.

"Lalu bagaimana kita melihat bukti kecerdasan perempuan dalam ruang domestik dan publik. Serta bagaimana kita melihat perempuan ini bangkit sebagai penyeimbang kehidupan bernegara,” jelasnya.

Sementara itu, Siti Maziyah menerangkan apa saja yang dilakukan Ratu Shima selama ia memimpin pada era tahun 674.

Hal ini berdasarkan sumber yang telah menjadi referensi penelitiannya.

Ia menyampaikan, Ratu Shima tak hanya berkuasa di dalam negeri saja namun bahkan perdagangan dunia (kawasan Asia).

Laut China Selatan (Ho-ling) pada masa itu juga diceritakan menjadi bandar perdagangan utama pada masa Dinasti Tang (618-907).

Dari segi pemerintahan, Ratu Shima dikenal sebagai ratu yang memerintah dengan adil.

“Pemerintahan Ratu Shima terkenal sangat bagus bahkan barang-barang yang telah jatuh di jalan tidak ada yang mengambilnya. Ini tampak dari cerita seorang penguasa Arab ketika itu yang mengirimkan sebuah tas berisi uang emas dan ia letakkan di perbatasan negara. Tas itu tetap aman hingga tiga tahun," ujarnya.

"Putra Mahkota yang pernah menyenggol tas itu sampai membuat Ratu marah dan menghukum dengan memotong ibu jarinya. Orang Arab diceritakan mengakui keadilan Ratu Shima dan enggan melakukan penyerangan,” jelasnya. (nib/war)

Editor : Ali Mustofa
#Kalinyamat #ratu shima #jepara #kartini #perempuan #pendidikan