JEPARA - Belum lama ini, sempat beredar video pengeroyokan gerombolan pemuda di media sosial.
Dalam video itu sejumlah pemuda tampak mengeroyok laki-laki lain hingga tak sadarkan diri.
Setelah melalui penyelidikan, pelaku pengeroyokan mengaku tidak terima dengan korban yang mencoba menggoda dan menyiuli teman perempuannya.
Dalam video yang tersebar itu tampak segerombol pemuda berkumpul.
Salah satu pemuda yang berkaos kuning tampak menginjak-injak kepala seorang laki-laki yang tampak masih remaja. Pemuda lain tampak ikut melakukan hal serupa.
Tampak orang-orang disekitar menonton adegan kekerasan tersebut dan muncul satu orang dewasa melerai gerombolan tersebut.
Kejadian itu berlokasi di sekitar Perempatan Mojo Indah Desa Bawu Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
Hal itu dikomfirmasi Kapolsek Batealit IPTU Sri Raharjo.
Ia mengatakan kronologi kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu sore (21/4).
Korban diketahui merupakan AR (usia 36) warga Desa Sekuro Mlonggo dan RU (usia 23) warga Desa Sekuro Mlonggo.
Sementara pelaku adalah F (27 tahun) warga Desa Bawu Kecamatan Batealit.
Diketahui, dua korban baru pulang dari menonton hiburan musik di Lapangan Bengkok Desa Ngasem Kecamatan Batealit, Jepara dengan mengendarai sepeda motor.
Ketika tiba di depan SPBU Bawu, korban berpapasan dengan rombongan pelaku dan korban menggoda salah satu teman perempuan pelaku dengan menyiul.
“Pelaku tidak terima. Dan saat tiba di TKP depan toko Mojo Indah pelaku menendang sepeda motor yang dikendarai korban hingga hampir terjatuh." jelas IPTU Sri dalam keterangan tertulisnya.
"Pelaku yang memarkir kendaraan langsung memukul para korban dan korban diinjak-injak secara bersama-sama,” jelas IPTU Sri dalam keterangan tertulisnya." imbuhnya.
Setelah kejadian itu, korban RU (23 tahun) menderita luka lebam di bagian kepala atas, bibir dalam sobek.
Korban AR juga mengalami luka lecet dan lebam di wajah kiri, lebam kepala bagian atas, luka lecet, lebam leher, dan lebam bahu sebelah kiri.
Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan meminta kepada masyarakat untuk aktif melapor bila menemukan kejadian serupa.
Pihaknya akan segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan kronologinya.
Pihaknya juga mengakui telah mengarahkan pelaksanaan orkes musik atau dangdut pada siang hari.
“Dari orkes kemudian juga peredaran miras menjadi trigger terjadinya tawuran-tawuran sehingga untuk kegiatan hiburan musik akan kita perketat lagi masalah ijin keramaiannya." kata AKBP Wahyu.
"Untuk pengeroyokan kita himbau kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui bisa melapor kepada kepolisian setempat. Kita lidik siapa pelakunya, dan kronologinya,” imbuhnya. (nib).
Editor : Dzikrina Abdillah