Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Sentra Pengasapan Ikan di Pulodarat Jepara yang Mangkrak, Tetap Sepi meski Tak Dipungut Retribusi

Nibros Hassani • Jumat, 12 April 2024 | 14:22 WIB

TIDAK TERAWAT: Bangunan yang dulunya diharapkan menjadi pusat pengasapan ikan di wilayah Pecangaan tidak terawat.
TIDAK TERAWAT: Bangunan yang dulunya diharapkan menjadi pusat pengasapan ikan di wilayah Pecangaan tidak terawat.


JEPARA – Sentra pengasapan ikan di Pulodarat, Pecangaan mangkrak. Warga sekitar menyebut sentra itu hanya berfungsi dua tahun sejak peresmiannya.

Alasannya, pemasaran ikan tidak maksimal dan tenaga pengasap ikan tidak tersedia.

Fasilitas itu tak ada yang mau menggunakan. Meski tak dipungut retribusi.

Dari pantauan di lokasi, gedung-gedung tersebut tampak tidak terawat.

Mulai dari gerbang hingga bangunan di dalamnya. Di halamannya, lumut dan tanaman liar sudah tumbuh.

Meski begitu, ada pedagang kecil berjualan di depannya.

Purwadiyanto, pengelola pengasapan ikan tersebut menjelaskan, sentra tersebut hanya ramai tiga tahun saja sejak peresmiannya.

Pada 2009, sentra tersebut dibangun. Diserahkan langsung oleh Bibit Waluyo, gubernur saat itu.

Tujuannya untuk mendorong perekonomian masyarakat. Juga mengurangi efek lingkungan dari pengasapan ikan yang mencemari udara.

“2012 itu ramai puncaknya. Kabarnya (pengasapan ikan) sampai ke Jakarta. Tapi setelah itu mulai peminatnya berkurang,” jelas Pur—sapaan akrabnya.

Tak hanya itu, pelaku usahanya juga sudah tidak ada. Ia menceritakan, ada sekitar 10 pengasap ikan di Pulodarat saat itu.

Yang aktif berjualan di lokasi hanya dua. Salah satunya sudah meninggal dunia. Ia menambahkan, pemasarannya juga kurang efektif.

Perbolehkan Pedagang Masuk, Syaratnya Jualan Ikan

Sentra ikan asap Pulodarat, Kecamatan Pecangaan yang sempat mangkrak dan tidak digunakan rencananya diaktifkan kembali.

Semua pedagang kini diperbolehkan masuk, tidak hanya pedagang ikan asap. Yang penting memenuhi syarat: menjual apapun yang ada kaitannya dengan ikan.  

Kepala Dinas Perikanan Farikhah Elida mengatakan pihaknya telah berdiskusi bersama pemerintah desa setempat, dan mengirimkan surat kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan terkait perubahan nama.

Selama ini sentra ikan tersebut mangkrak dan lama tidak digunakan.

Mulai pekan ini pihaknya membersihkan sentra tersebut dan memperbolehkan para pedagang masuk.

Menurutnya, pedagang ikan asap di Pulodarat sudah langka.

Sehingga perlu ada strategi lain untuk membuat ramai sentra ikan yang ada. Pihaknya juga menyediakan 24 tenda gratis untuk berjualan.

Tenda tersebut merupakan bantuan dari CSR perusahaan. Pedagang yang mau berjualan akan difasilitasi. 

“Kami minta agar tempat tersebut segera ditempati dengan berbagai macam bahan, yang diutamakan ikan. Semua masyarakat boleh masuk. Ada yang dari Bangsri, Kedung, boleh. Yang penting kalau jualan bakso misalnya ada bakso ikannya. Lalu punya jiwa pedagang. Saya tanya ke masyarakat mereka juga antusias,” jelas Elida.

Setelah nanti sentranya ramai, pihaknya berencana mengusulkan perbaikan tempat.

“Jadi kita membersihkan saja. Kita tata. Nanti kalau sudah ramai saya mintakan dana ke Kementrian, baru nanti diperbaiki semua,” jelasnya. (nib/him)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #pulodarat #Pengasapan Ikan #pedagang