JEPARA – Jemaat GITJ Margokerto, Bondo, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara memiliki cara unik untuk menyambut kebangkitan Yesus dalam hari suci paskah.
Warga berkeliling desa sambil membawa obor, lampu, dan sejumlah aksesoris untuk merayakan kebangkitan Yesus.
Pawai keliling ini sudah menjadi tradisi puluhan tahun bagi Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.
Kegiatan pawai dimulai pukul 3 pagi dan selesai pada pukul 5 pagi.
Pawai dilakukan pagi hari, sesuai dengan waktu Yesus diceritakan bangkit dari kematian.
Ada 15 kelompok gereja yang berpartipasi dalam pawai obor yang digelar Minggu pagi itu (31/3).
Blessi, salah satu pemuda gereja yang ikut mengaku telah mempersiapkan obor dan aksesoris untuk dibawa keliling bersama kelompoknya.
“Acaranya pagi dan kami selalu antusias. Sudah siap-siap semua pesertanya,” jelas Blessi.
Dalam pawai, tampak sejumlah patung salib yang dibawa oleh masing-masing kelompok.
Sebagian peserta pawai ada yang membawa obor tradisional.
Ada juga yang membawa lilin elektrik.
Warga kemudian berjalan keliling desa sambil menyanyikan pujian.
Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Alasan Ibu Muda di Jepara Tega Buang Bayi yang Baru Dilahirkan ke Sungai
Karena jarak keliling lebih dari 1 kilometer, sebagian warga menjadikannya sebagai momen berolahraga pagi.
Hal itu diungkapkan Sudi, Ketua Majelis GITJ.
Ia menyebut pawai obor ini sempat ditiadakan karena banyak warga yang terkena sakit Demam Berdarah.
Namun setelah melihat kondisi dan antusiasme warga, akhirnya pawai obor diadakan kembali dengan memperhatikan jarak tempuh dan konsepnya dibuat sederhana.
“Mungkin pawai ini jadi satu-satunya di Jepara. Hanya dari Bondo yang pawai keliling desa untuk merayakan kebangkitan Yesus,” jelas Sudi. (nib).
Editor : Dzikrina Abdillah